
Pantau - Filipina memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-128 pada Jumat (12/6/2026) dengan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan menjadikan pelajaran sejarah sebagai landasan menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa kini dan masa depan.
Presiden Marcos Ajak Masyarakat Menjaga Persatuan
Dalam pidatonya di Quirino Grandstand, Manila, Presiden Marcos menegaskan bahwa persatuan menjadi kunci untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Ia mengatakan, “Sejarah Filipina mengajarkan kita bahwa kemerdekaan hanya dapat dicapai melalui persatuan, bahwa para pemimpin sejati mengorbankan kepentingan pribadi bagi kebaikan bangsa, dan bahwa kemerdekaan harus terus dirawat.”
Menurut Marcos, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan untuk menghadapi berbagai persoalan seperti korupsi, kemiskinan, ketidakpastian global, hingga perubahan iklim.
Ia juga menyampaikan, “Seiring waktu, Filipina telah menunjukkan kemampuan untuk bangkit membela yang benar, untuk mengasihi satu sama lain, dan bangkit di tengah kesulitan. Khususnya saat menghadapi bencana, kita selalu menunjukkan persatuan, kerja sama dan rasa kasih.”
Upacara Kemerdekaan Diwarnai Penghormatan kepada Pahlawan Nasional
Marcos turut mengajak masyarakat untuk terus mencintai tanah air, menjunjung kebenaran, mengutamakan kesejahteraan bangsa, serta berkompetisi secara sehat tanpa merugikan orang lain.
Ia mengungkapkan, “Jika kita tetap menjaga filsafah tersebut, kita dapat memastikan generasi masa depan dapat menjaga negara yang kuat, adil, dan makmur.”
Rangkaian peringatan dimulai di Monumen Nasional Rizal di Manila dengan pengibaran bendera dan peletakan karangan bunga sebagai penghormatan kepada Dr. Jose Rizal dan para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan Filipina.
Angkatan Darat Filipina juga menggelar pengibaran bendera serentak di berbagai wilayah, sementara jajaran militer menegaskan komitmen untuk terus menegakkan konstitusi dan sumpah setia kepada negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





