HOME  ⁄  Nasional

Puan Maharani Ajak Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Hoaks yang Diduga Mendiskreditkan DPR

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Puan Maharani Ajak Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Hoaks yang Diduga Mendiskreditkan DPR
Foto: (Sumber :Ketua DPR RI Puan, saat menutup Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Foto: Munchen/Karisma.)

Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan di tengah maraknya informasi digital dan konten hoaks yang diduga sengaja diproduksi atau disebarluaskan untuk mendiskreditkan DPR RI, saat menutup Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Puan Soroti Maraknya Hoaks di Ruang Digital

Puan mengatakan ketidakpastian ekonomi global dan berbagai persoalan nasional menjadi perhatian masyarakat, mulai dari pelayanan publik, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, hingga perlindungan kelompok rentan.

Ia mengungkapkan, "Ketidakpastian ekonomi global menguji ketahanan fiskal dan moneter Indonesia. Di dalam negeri, masyarakat mencermati berbagai persoalan, mulai dari kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan, tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan."

Menurut Puan, derasnya arus informasi di ruang digital turut meningkatkan disinformasi, memperuncing polarisasi, serta mengaburkan batas antara kritik yang membangun dan provokasi yang memecah belah.

Ia mengungkapkan, "Fenomena ini juga ditandai dengan beredarnya berbagai berita hoaks dan informasi yang dimanipulasi, termasuk konten yang diduga sengaja diproduksi atau disebarluaskan untuk mendiskreditkan DPR RI."

Puan menyebut sejumlah contoh hoaks yang beredar, seperti kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan atau anggota DPR RI, hoaks mengenai penolakan pembahasan maupun pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penggunaan video lama yang diberi narasi baru di luar konteks.

Ajak Bangun Kepercayaan Publik dan Persatuan

Puan menilai narasi yang mempertentangkan DPR dengan rakyat dapat mengikis kepercayaan terhadap lembaga perwakilan, melemahkan legitimasi institusi demokrasi, serta menghambat ruang dialog publik yang rasional.

Ia mengungkapkan, "Sehingga dapat membangun kepercayaan publik. Kepercayaan itulah yang menjadi modal sosial bagi stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan keberhasilan demokrasi."

Puan menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional tanpa menghilangkan ruang kritik terhadap pemerintah maupun lembaga negara.

Ia mengungkapkan, "Bersatu dalam membangun Indonesia dan memastikan bahwa kemajuan bangsa dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan hanya oleh sebagian kecil kelompok."

Ia juga mengungkapkan, "Negara harus hadir memberikan kepastian hukum, menjamin keadilan bagi seluruh warga negara, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta memastikan bahwa setiap kebijakan berpihak pada kesejahteraan rakyat."

Usai menutup masa persidangan, Puan mengajak seluruh anggota DPR memanfaatkan masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong.

Ia mengungkapkan, "Selamat memasuki masa reses dan menyapa rakyat."

Penulis :
Ahmad Yusuf