HOME  ⁄  Geopolitik

Anwar Ibrahim Menegaskan Pengungsi Rohingya di Malaysia Wajib Patuhi Hukum dan Aturan Setempat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Anwar Ibrahim Menegaskan Pengungsi Rohingya di Malaysia Wajib Patuhi Hukum dan Aturan Setempat
Foto: Arsip - Pengungsi etnis Rohingya di Pulau Idaman, pesisir Pantai Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur, Aceh, Sabtu 5/6/2021 (sumber: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengingatkan para pengungsi Rohingya di Malaysia agar selalu mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku serta menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan.

Kewajiban Mematuhi Aturan di Malaysia

Anwar menegaskan bahwa meskipun Malaysia menerapkan pendekatan kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya, seluruh pengungsi tetap wajib tunduk pada sistem hukum yang berlaku di negara tersebut.

Ia menyampaikan bahwa kepatuhan tersebut mencakup aturan penggunaan bangunan maupun ketentuan yang mengatur operasional bisnis.

"Saran kepada masyarakat Myanmar, khususnya Rohingya, mereka juga harus mematuhi peraturan di negara kami. Bangunan mereka, bisnis mereka, harus mengikuti peraturan; dan jika mereka tidak melakukannya, maka kami akan mengambil tindakan," ungkap Anwar.

Isu penegakan hukum terhadap pengungsi Rohingya juga dibahas dalam rapat kabinet antara Anwar Ibrahim dan Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail untuk memastikan penerapan tindakan hukum dilakukan secara konsisten.

Anwar turut mengingatkan pemerintah kota dan pemerintah negara bagian agar lebih tegas dalam memantau pelanggaran atau penyalahgunaan tempat yang melibatkan kelompok terkait.

Repatriasi Masih Terhambat Krisis Kemanusiaan

Menanggapi desakan agar pengungsi Rohingya dikembalikan ke Myanmar, Anwar menjelaskan bahwa kelompok tersebut masih menghadapi krisis kemanusiaan yang kompleks sehingga proses repatriasi maupun pemukiman kembali ke negara ketiga masih menemui jalan buntu.

"Orang-orang bisa membicarakan tentang mengirim mereka kembali, mengirim mereka kembali ke mana? Karena kami punya masalah dengan Pemerintah Myanmar yang mencegahnya," ujarnya.

Anwar mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia telah melakukan dua kali negosiasi dengan pemimpin Myanmar untuk membahas persoalan tersebut.

Menurutnya, Malaysia mengajukan dua permintaan utama dalam perundingan tersebut, yaitu memastikan bantuan yang diberikan bermanfaat bagi semua pihak dan menghentikan penindasan serta kejahatan terhadap rakyat Myanmar.

"Jadi, dalam dua negosiasi saya dengan pemimpin Myanmar, saya meminta dua hal. Pertama, bantuan yang kami berikan dijamin bermanfaat bagi semua, ini telah disepakati. Kedua, hentikan penindasan dan kejahatan terhadap rakyat Myanmar, muslim dan non-muslim, di Rakhine dan juga di Myanmar secara keseluruhan," ungkapnya.

Sebagai penutup, Anwar juga mengingatkan masyarakat Malaysia untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan meminta agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan kelompok Rohingya diserahkan penanganannya kepada pihak berwenang.

Penulis :
Shila Glorya