
Pantau - Dua personel Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL) asal Malaysia mengalami luka ringan setelah sebuah serangan menghantam area dekat konvoi logistik mereka di Lebanon selatan pada Kamis (11/6).
PBB Pastikan Kondisi Personel Stabil
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric mengatakan serangan tersebut terjadi di dekat konvoi logistik UNIFIL di Desa Haris.
“Pagi ini, serangan menghantam dekat konvoi logistik UNIFIL di desa Haris... Dua rekan penjaga perdamaian Malaysia kami terluka, untungnya hanya luka ringan, dan dua kendaraan mereka rusak,” ungkap Dujarric.
Ia menjelaskan konvoi berhasil kembali ke pangkalan terdekat sehingga kedua personel yang terluka segera memperoleh perawatan medis dan kondisi mereka dinyatakan stabil.
Dujarric juga menyampaikan, “UNIFIL akan menyelidiki sifat insiden tersebut.”
Ketegangan di Lebanon Selatan Terus Berlanjut
Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih memanas di Lebanon selatan setelah Hezbollah melancarkan serangan roket dan drone terhadap Israel pada 2 Maret di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sebagai respons, Israel melakukan serangan udara ke sejumlah target Hezbollah di pinggiran selatan Beirut serta wilayah Lebanon selatan dan timur, disertai operasi darat di bagian selatan negara tersebut.
Meski perundingan yang dimediasi Amerika Serikat menghasilkan kesepakatan gencatan senjata pada 16 April, laporan menyebut serangan di Lebanon selatan masih terus terjadi dan dibalas dengan aksi Hezbollah terhadap pasukan Israel.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





