HOME  ⁄  Geopolitik

China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran dan Harapkan Selat Hormuz Kembali Aman

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran dan Harapkan Selat Hormuz Kembali Aman
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian China Lin Jian (ANTARA/Desca Lidya Natalia).)

Pantau - Pemerintah China menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta berharap pembukaan kembali Selat Hormuz dapat segera memulihkan stabilitas kawasan dan kelancaran lalu lintas pelayaran internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Beijing menyambut baik kesepakatan tahap pertama yang dicapai kedua negara dan mengapresiasi upaya mediasi Pakistan.

Ia menyampaikan, "China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran yang sama-sama sepakat untuk mendatangani dokumen nota kesepahaman tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi Pakistan."

China Dorong Penyelesaian Melalui Dialog

Lin Jian berharap nota kesepahaman tersebut dapat ditandatangani sesuai jadwal dan seluruh pihak tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan melalui dialog dan negosiasi.

Ia mengatakan, "Kami berharap dokumen tersebut akan ditandatangani sesuai dengan jadwal yang disepakati dan semua pihak terkait akan tetap berkomitmen pada solusi damai dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi."

Menurut China, pemulihan stabilitas di sekitar Selat Hormuz merupakan kepentingan bersama negara-negara di kawasan maupun komunitas internasional.

Beijing juga menyatakan siap menjaga komunikasi dengan negara-negara regional dan komunitas internasional untuk mendukung terciptanya perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah.

Selat Hormuz dan Kesepakatan Damai Jadi Sorotan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan menyebut blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz dicabut sehingga jalur pelayaran kembali dibuka.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6) dan mencakup penghentian operasi militer di berbagai front serta komitmen Iran untuk tidak memproduksi senjata nuklir sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Meski demikian, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tidak mengikat bagi Israel.

Penulis :
Aditya Yohan