
Pantau - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar dialog interaktif kelima dengan kandidat sekretaris jenderal PBB berikutnya, Maria Fernanda Espinosa, yang memaparkan visi kepemimpinan dan menjawab pertanyaan negara-negara anggota serta perwakilan masyarakat sipil.
Espinosa Tawarkan Lima Pilar Transformasi PBB
Maria Fernanda Espinosa, mantan Presiden Majelis Umum PBB sekaligus mantan menteri luar negeri dan menteri pertahanan Ekuador yang dinominasikan oleh Antigua dan Barbuda, menyampaikan visinya untuk membawa PBB menghasilkan tindakan nyata di tengah berbagai tantangan global.
Ia mengungkapkan, "Ini bukanlah sebuah rencana aksi komprehensif yang ekstensif, karena kepemimpinan politik dan keuangan yang komprehensif harus datang dari Negara-Negara Anggota. Sebaliknya, rencana ini menyoroti bidang-bidang di mana Sekjen dapat bertindak secara paling efektif dalam lingkup kewenangannya untuk memulihkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap PBB dengan memberikan hasil nyata," dalam pernyataan visinya.
Espinosa menjelaskan lima pilar transformasi yang menjadi fokusnya meliputi perdamaian dan keamanan, pembangunan, transformasi digital dan energi, menutup kesenjangan penyampaian layanan, serta membangun kembali kredibilitas organisasi.
Proses Seleksi Sekjen PBB Terus Berjalan
Dalam dialog tersebut, Espinosa juga menjawab pertanyaan mengenai pengalaman kepemimpinan, reformasi PBB, serta isu perdamaian, hak asasi manusia, dan pembangunan.
Sebelumnya, Majelis Umum PBB telah menggelar dialog dengan empat kandidat lain, yakni Michelle Bachelet dari Chile, Rafael Grossi dari Argentina, Macky Sall dari Senegal, dan Rebeca Grynspan dari Kosta Rika.
Masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, akan berakhir pada penghujung 2026, sementara penerusnya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





