
Pantau - Pengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah Lebanon selatan setelah muncul kabar mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, meski situasi keamanan di kawasan tersebut masih diwarnai insiden kekerasan, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyatakan sejumlah keluarga mulai kembali secara hati-hati ke komunitas asal mereka setelah pengumuman kesepakatan AS dan Iran pada Minggu (14/6) yang dilaporkan mencakup penghentian permusuhan di Lebanon.
Ribuan Pengungsi Tinggalkan Tempat Penampungan
Menurut otoritas Lebanon, jumlah pengungsi yang tinggal di tempat penampungan kolektif berkurang sekitar 10.000 orang dalam empat hari terakhir.
Di Kegubernuran Selatan, sekitar 2.700 orang dilaporkan meninggalkan tempat penampungan kolektif pada Senin (15/6).
OCHA menyebut belum dapat dipastikan apakah perpindahan tersebut merupakan kunjungan sementara untuk memeriksa kondisi rumah atau menjadi kepulangan permanen.
Pergerakan warga terjadi di tengah harapan membaiknya situasi keamanan setelah tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Kekerasan Masih Terjadi di Lebanon Selatan
Meski pengungsi mulai kembali, OCHA menegaskan insiden kekerasan di Lebanon selatan masih terus dilaporkan dan memengaruhi kemampuan warga untuk bepergian dengan aman.
Otoritas Israel menyatakan pasukannya akan mempertahankan kehadiran militer tanpa batas waktu di wilayah yang mereka kuasai di Lebanon selatan, terlepas dari kesepakatan antara AS dan Iran.
Sementara itu, Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) melaporkan adanya penurunan tingkat kekerasan dan aksi baku tembak di wilayah selatan negara tersebut pada Senin (16/6).
Penurunan intensitas konflik tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong sebagian warga mulai kembali ke daerah asal mereka meskipun kondisi keamanan belum sepenuhnya stabil.
- Penulis :
- Aditya Yohan





