
Pantau - Pemerintah Iran memperingatkan Israel agar menghentikan tindakan yang disebut sebagai tindakan jahat di wilayah selatan Lebanon dan menyatakan bahwa Israel harus bersiap menghadapi respons keras dari angkatan bersenjata Iran jika tindakan tersebut terus berlanjut.
Peringatan itu disampaikan pada Selasa, 16 Juni 2026, melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Komando militer Iran menuduh Israel terus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata di Lebanon selatan.
Menurut pernyataan tersebut, sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan berakhirnya perang, Israel telah melanggar gencatan senjata sebanyak 84 kali.
Iran juga menuduh Israel masih melakukan tindakan yang disebut sebagai kejahatan dan pembunuhan terhadap warga Lebanon.
MoU Iran-AS-Pakistan Diklaim Jadi Dasar Perdamaian Kawasan
Sebelumnya, pada Senin dini hari, 15 Juni 2026, Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan mengumumkan finalisasi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengakhiri perang di berbagai front konflik di kawasan Asia Barat, termasuk Lebanon.
Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menandatangani MoU tersebut secara resmi di Swiss pada 19 Juni 2026.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan bahwa berakhirnya perang di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut pandangan Teheran, konflik tersebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel di satu pihak serta Iran dan Hizbullah di pihak lainnya.
Araghchi menilai kesepakatan yang sedang disiapkan mencakup penyelesaian konflik secara menyeluruh di kawasan.
Iran Desak Penarikan Pasukan Israel dari Lebanon
Dalam pertemuan dengan para diplomat asing di Teheran pada Selasa, 16 Juni 2026, Araghchi menegaskan bahwa penghentian perang harus disertai dengan berakhirnya pendudukan wilayah Lebanon oleh Israel.
Ia mengatakan, "Berakhirnya perang juga mencakup berakhirnya pendudukan. Berakhirnya perang tidak akan lengkap tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah-wilayah Lebanon yang mereka duduki dalam perang ini".
Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan sikap pemerintahnya dalam konferensi pers pada Senin.
Netanyahu mengatakan bahwa militer Israel akan tetap berada di zona-zona keamanan yang saat ini dikuasai Israel.
Wilayah yang dimaksud meliputi Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza.
Menurut Netanyahu, keberadaan pasukan Israel di wilayah-wilayah tersebut akan dipertahankan selama masih dianggap diperlukan oleh pemerintah Israel.
- Penulis :
- Arian Mesa





