billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Berjanji Cabut Sanksi Iran dalam MoU Perdamaian, Program Nuklir Diawasi IAEA

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Berjanji Cabut Sanksi Iran dalam MoU Perdamaian, Program Nuklir Diawasi IAEA
Foto: (Sumber :Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (ANTARA/H0-irangov.ir).)

Pantau - Amerika Serikat berkomitmen menghapus seluruh sanksi terhadap Iran sesuai nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang telah disepakati kedua negara, termasuk sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), serta sanksi sepihak AS.

Komitmen Penghapusan Sanksi dalam Perjanjian Final

Berdasarkan dokumen MoU yang dikutip kantor berita Iran IRNA pada Rabu (17/6), Washington menyatakan akan mengakhiri seluruh bentuk sanksi terhadap Teheran dalam jangka waktu yang disepakati kedua pihak dan akan dimasukkan ke dalam perjanjian akhir.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), dan semua sanksi sepihak AS, baik primer maupun sekunder, dalam jangka waktu yang disepakati oleh para pihak, yang akan menjadi bagian dari perjanjian akhir," demikian isi paragraf ketujuh MoU tersebut.

Iran sebelumnya menyatakan bahwa perjanjian final akan dirundingkan dalam waktu 60 hari setelah penandatanganan MoU untuk menyelesaikan berbagai isu terkait program nuklir Iran.

Namun, kedua negara juga memiliki opsi memperpanjang tenggat waktu negosiasi apabila diperlukan untuk mencapai kesepakatan menyeluruh.

Iran Tegaskan Tidak Akan Memiliki Senjata Nuklir

Dalam dokumen yang sama, Iran kembali menegaskan komitmennya untuk tidak memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir.

"Iran menegaskan kembali bahwa negara tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir," demikian bunyi paragraf kedelapan MoU tersebut.

Selain itu, Teheran dan Washington sepakat menyelesaikan persoalan material nuklir Iran di bawah pengawasan langsung IAEA.

Kesepakatan ini menjadi bagian penting dari upaya normalisasi hubungan kedua negara sekaligus penyelesaian sengketa program nuklir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026