billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ancam Kembali Serang Iran Jika Kesepakatan Damai Gagal Dipatuhi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Ancam Kembali Serang Iran Jika Kesepakatan Damai Gagal Dipatuhi
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidak mematuhi kesepakatan damai yang baru-baru ini dicapai antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri pertemuan Kelompok G7 di Prancis pada Rabu (17/6), di tengah proses finalisasi nota kesepahaman perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Trump Sebut Kesepakatan Damai Belum Final

Trump menegaskan memorandum perdamaian yang mengatur penghentian permusuhan dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum sepenuhnya final.

"Jika saya tak menghendakinya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka," ungkap Trump.

"Jika mereka tak bersikap baik, kami akan menjatuhkan bom yang langsung menghantam kepala mereka," lanjutnya.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari guna memberikan waktu bagi kedua pihak merundingkan kesepakatan final yang akan mengakhiri konflik secara resmi.

Memorandum yang diumumkan pada Ahad itu juga memuat ketentuan penghentian blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak April 2026.

Negosiasi Lanjutan Bahas Nuklir dan Sanksi

Dalam konferensi pers usai KTT G7 di Evian-les-Bains, Trump mengaku optimistis terhadap proses perdamaian dan menyebut kesepakatan akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6).

Ia mengatakan para pemimpin negara G7 memberikan respons positif setelah mendapatkan penjelasan mengenai isi memorandum tersebut.

Dokumen berisi 14 poin itu mencantumkan sejumlah isu penting yang masih akan dibahas lebih lanjut, termasuk program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan berbagai persoalan bilateral lainnya.

Trump juga mengakui bahwa dampak ekonomi besar akibat perang menjadi salah satu alasan utama pemerintahannya mendorong penghentian konflik.

"Saya tak ingin bencana ekonomi terjadi," ujarnya.

Selain itu, Trump mengapresiasi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping yang menurutnya tetap bersikap netral selama konflik berlangsung.

"Mereka bisa saja mempersulit kami," katanya.

Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melanjutkan serangan apabila kesepakatan akhir gagal tercapai dalam waktu 60 hari ke depan.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026