
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak seluruh pihak di kawasan Timur Tengah untuk menjaga perdamaian dan mendukung gencatan senjata menyeluruh setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026.
Trump Dorong Perdamaian di Semua Front
Trump menyatakan Amerika Serikat berkomitmen menjaga stabilitas kawasan dan berharap proses negosiasi yang sedang berlangsung dapat berjalan lancar.
“Amerika Serikat berkomitmen pada perdamaian, dan kami mendorong semua pihak di kawasan Timur Tengah untuk tetap berkomitmen sehingga proses negosiasi dapat berjalan dengan baik,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Trump juga menyoroti respons positif pasar terhadap perkembangan diplomatik tersebut.
“Pasar menyambut positif perkembangan ini dengan harga minyak yang turun dan pasar saham yang menguat. Kami mengharapkan gencatan senjata penuh di semua front, termasuk di Lebanon, antara Hizbullah dan Israel,” ungkapnya.
Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya meredakan ketegangan yang melibatkan sejumlah pihak di kawasan Timur Tengah.
AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman
Pada Minggu, Amerika Serikat dan Iran memastikan penyusunan nota kesepahaman telah rampung sebagai langkah untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Kedua negara kemudian menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh pada 18 Juni 2026.
Nota kesepahaman itu memberikan waktu selama 60 hari bagi Washington dan Teheran untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi Amerika Serikat.
Dokumen tersebut juga mengatur jadwal penghentian blokade laut oleh Amerika Serikat serta pemulihan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz oleh Iran.
Kesepakatan awal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya stabilitas dan perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan mendatang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








