billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

China Dukung Nota Kesepahaman AS-Iran untuk Redakan Ketegangan dan Perkuat Gencatan Senjata

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Dukung Nota Kesepahaman AS-Iran untuk Redakan Ketegangan dan Perkuat Gencatan Senjata
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa..)

Pantau - Pemerintah China menyatakan dukungan terhadap nota kesepahaman yang telah dicapai Amerika Serikat (AS) dan Iran karena dinilai dapat membantu meredakan konflik di Timur Tengah serta memperkuat momentum gencatan senjata di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (18/6), menyusul penandatanganan Nota Kesepahaman Islamabad oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara digital pada Rabu malam (17/6).

Lin Jian mengatakan, “Penandatanganan nota kesepahaman untuk tahap pertama negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran memiliki arti positif untuk meredakan ketegangan dan mengkonsolidasikan momentum gencatan senjata.”

China Dorong Implementasi Kesepakatan

China menyambut baik kesepakatan tersebut dan berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan isi perjanjian dengan itikad baik.

Lin Jian menegaskan, “China menyambutnya dan berharap bahwa semua pihak terkait, termasuk AS dan Iran, akan menjunjung tinggi semangat perjanjian dan melaksanakannya dengan itikad baik. Kekerasan bukanlah solusi.”

Menurutnya, negosiasi yang dilakukan atas dasar kesetaraan merupakan langkah yang tepat untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Ia mengungkapkan China terus berupaya mendorong perdamaian sejak konflik pecah melalui berbagai jalur diplomasi, termasuk komunikasi intensif yang dilakukan Menteri Luar Negeri Wang Yi dengan para pejabat senior negara-negara terkait.

Lin Jian menjelaskan, “Sejak pecahnya konflik, China telah bekerja tanpa lelah untuk mengakhiri pertempuran dan untuk perdamaian.”

Isi Kesepakatan dan Harapan untuk Tahap Berikutnya

Nota Kesepahaman Islamabad memuat 12 butir kesepakatan yang mencakup penghentian operasi militer secara permanen, penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara, serta komitmen mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari.

Kesepakatan tersebut juga mengatur pencabutan blokade angkatan laut AS, penyediaan jalur aman pelayaran oleh Iran, pencabutan sanksi terhadap Iran, hingga komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

China juga menegaskan kesiapan memperkuat hubungan strategis dengan Iran di berbagai bidang kerja sama.

Lin Jian mengatakan, “Sebagai mitra strategis komprehensif Iran, China siap untuk mengkonsolidasi dan memperdalam kepercayaan politik timbal balik dengan Iran, meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, dan memajukan kemitraan strategis komprehensif China-Iran.”

Selain itu, China meminta seluruh pihak, termasuk Israel, untuk mendukung proses perdamaian yang sedang berlangsung dan tidak mengambil langkah yang dapat menghambat negosiasi tahap kedua antara AS dan Iran.

Lin Jian menegaskan, “Pada tahap kritis ini, pihak-pihak terkait termasuk Israel perlu mengikuti tren perdamaian dan stabilitas yang luar biasa di kawasan ini dan berbuat lebih banyak untuk membantu Iran dan AS mengimplementasikan kesepakatan dan mempromosikan negosiasi tahap kedua, bukan sebaliknya.”

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026