billboard mobile
HOME  ⁄  Sepakbola

Iran Isyaratkan Respons Keras Jika Kesepakatan dengan AS Dilanggar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Isyaratkan Respons Keras Jika Kesepakatan dengan AS Dilanggar
Foto: (Sumber :Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf. ANTARA/Anadolu/aa..)

Pantau - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengisyaratkan Iran akan mengambil tindakan tegas apabila Amerika Serikat atau pihak lain melanggar komitmen dalam nota kesepahaman yang baru ditandatangani untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan nuklir.

Iran Peringatkan Konsekuensi Pelanggaran Kesepakatan

Ghalibaf menegaskan Iran tidak akan tinggal diam jika terjadi pelanggaran terhadap isi perjanjian atau muncul tuntutan yang dianggap berlebihan selama proses negosiasi berlangsung.

“Jika terjadi pelanggaran komitmen, pelanggaran perjanjian, atau tuntutan berlebihan oleh pihak lain, kami tidak akan ragu untuk memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh,” tulis Ghalibaf melalui akun media sosial X.

Ia juga mengingatkan bahwa pihak yang berseberangan dengan Iran pernah menerima balasan dalam konflik sebelumnya.

“Mereka telah ditampar sekali dalam perang: jika mereka memilih untuk mengikuti jalan yang sama lagi, mereka akan menerima tamparan yang lebih keras,” ungkapnya.

Ghalibaf menambahkan bahwa pemerintah dan lembaga negara Iran saat ini menjalankan arahan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei untuk memastikan seluruh syarat dan ketentuan dalam perjanjian dapat diwujudkan.

Nota Kesepahaman Jadi Awal Negosiasi Baru

Pada Rabu malam (17/6), Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara elektronik Memorandum of Understanding Islamabad.

Dokumen tersebut dirancang untuk membuka jalan bagi berakhirnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 28 Februari 2026.

Berdasarkan kesepakatan itu, Washington dan Teheran akan menjalani masa negosiasi selama 60 hari dengan kemungkinan perpanjangan waktu apabila diperlukan.

Perundingan tersebut bertujuan mencapai kesepakatan final yang mencakup program nuklir Iran serta pembahasan mengenai sanksi internasional yang selama ini diberlakukan terhadap Teheran.

Kesepahaman itu menjadi langkah awal menuju normalisasi hubungan kedua negara setelah berbulan-bulan berada dalam ketegangan dan konflik terbuka.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026