billboard mobile
HOME  ⁄  Geopolitik

Filipina Dorong ASEAN dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Ancaman Siber dan Keamanan Maritim

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Filipina Dorong ASEAN dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Ancaman Siber dan Keamanan Maritim
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (ANTARA/PBBM/YOUTUBE/@RTVM/BPY).)

Pantau - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mendorong penguatan kerja sama antara ASEAN dan Rusia dalam menghadapi berbagai ancaman transnasional seperti kejahatan siber, terorisme, perdagangan ilegal, dan gangguan keamanan maritim yang semakin kompleks.

Seruan tersebut disampaikan Marcos saat menghadiri KTT Peringatan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia, Kamis (18/6), bertepatan dengan peringatan 35 tahun hubungan dialog antara ASEAN dan Rusia.

Marcos mengatakan, “Ancaman transnasional seperti terorisme, perdagangan ilegal, kejahatan siber, dan penipuan daring tidak mengenal batas negara, dan begitu pula respons kita.”

Ia menilai tantangan lintas negara memerlukan respons yang terkoordinasi dan tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara.

ASEAN-Rusia Diminta Perkuat Kolaborasi Keamanan

Dalam pidatonya, Marcos mengajak ASEAN dan Rusia memperluas kerja sama praktis di bidang keamanan maritim, kontra-terorisme, dan ketahanan siber.

Ia juga menekankan pentingnya membangun mekanisme kerja sama yang lebih proaktif untuk mengantisipasi berbagai ancaman yang muncul.

Marcos mengungkapkan perlunya membangun “kebiasaan institusional untuk mengantisipasi daripada sekadar bereaksi.”

Sebagai Ketua ASEAN 2026, Filipina menetapkan keamanan sebagai salah satu prioritas utama dalam penguatan hubungan ASEAN dengan Rusia.

Fokus pada Ekonomi dan Hubungan Antar Masyarakat

Selain sektor keamanan, Marcos juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Rusia yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Ia mendorong peningkatan fasilitasi perdagangan, investasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan.

Menurut data yang disampaikan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov, nilai perdagangan antara Rusia dan ASEAN meningkat 58 persen dalam satu dekade terakhir hingga mencapai 21 miliar dolar AS atau sekitar Rp374,1 triliun.

Marcos juga menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai bidang strategis yang perlu diperkuat melalui kolaborasi kedua pihak.

Di bidang sosial, ia menekankan pentingnya pertukaran pendidikan, pariwisata, beasiswa, dan kerja sama budaya sebagai fondasi jangka panjang hubungan ASEAN dan Rusia.

Pernyataan Marcos disampaikan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengajak negara-negara Asia Tenggara mempererat hubungan dengan Rusia dan menyebut kemitraan Rusia-ASEAN sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026