billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Dorong Kerja Sama Nuklir dengan Rusia untuk Percepat Swasembada Energi dan Ketahanan Rantai Pasok

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Dorong Kerja Sama Nuklir dengan Rusia untuk Percepat Swasembada Energi dan Ketahanan Rantai Pasok
Foto: Arsip foto - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, Kamis 24/10/2024 (sumber: Kemlu RI)

Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir dengan Rusia untuk mendukung target swasembada energi nasional dalam tiga tahun ke depan saat menghadiri KTT yang menandai 35 tahun kemitraan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia.

Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia berkomitmen mempercepat pengembangan energi terbarukan melalui eksplorasi berbagai pilihan teknologi yang aman.

Ia mengungkapkan, "Pengalaman luas yang dimiliki Rusia di bidang ini menjadi landasan kuat untuk membangun kerja sama".

Indonesia menekankan bahwa kerja sama nuklir dengan Rusia harus mencakup alih teknologi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan standar keselamatan internasional tertinggi.

Kerja Sama Nuklir dan Impor Energi dari Rusia

Selain mendorong kolaborasi teknologi nuklir, Indonesia memastikan tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan energi nasional.

Kebijakan tersebut dilakukan di tengah gangguan rantai pasok global yang dipengaruhi konflik Amerika Serikat dan Iran.

Indonesia berkomitmen mengimpor 150 juta barel minyak mentah dari Rusia secara bertahap hingga akhir 2026.

Komitmen impor tersebut merupakan hasil kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia.

Indonesia juga menjajaki pembangunan armada pembangkit listrik tenaga nuklir terapung bersama perusahaan industri nuklir Rusia, Rosatom.

Direktur Utama Rosatom, Alexey Likhachev, mengatakan pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut atas ketertarikan besar pemerintah Indonesia terhadap teknologi nuklir.

Ia mengungkapkan, "Indonesia menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada teknologi nuklir. Atas undangan Presiden (Prabowo) Subianto, delegasi besar Rosatom mengunjungi Indonesia beberapa minggu lalu".

Fokus utama pembahasan antara Rosatom dan Presiden Prabowo adalah pembangunan reaktor nuklir terapung.

Proyek tersebut direncanakan melibatkan pelaku usaha Indonesia untuk mendukung lokalisasi teknologi.

Menurut Rosatom, karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang membuat PLTN terapung lebih relevan dibandingkan pembangunan pembangkit listrik konvensional di darat.

Model pembangkit terapung dinilai dapat menjadi solusi kebutuhan energi di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.

ASEAN-Rusia Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Kawasan

Pada tingkat regional, Indonesia mendorong penguatan kemitraan strategis ASEAN-Rusia untuk menghadapi tantangan fragmentasi rantai pasok global.

Sugiono menilai stabilitas pasokan energi dan pangan sangat penting bagi sekitar 670 juta penduduk Asia Tenggara agar kawasan terlindungi dari berbagai guncangan eksternal.

Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen energi, gandum, dan pupuk terbesar di dunia.

Indonesia berharap Rusia dapat membantu menjaga kelancaran dan kepastian rantai pasok ke pasar ASEAN.

Sugiono mengatakan, "Tujuan kami jelas, untuk melindungi sistem pangan kami dari gangguan eksternal. Karena akses terhadap pangan yang terjangkau dan bergizi harus dapat dijangkau setiap rumah tangga".

Sugiono juga menekankan pentingnya memperkuat konektivitas ekonomi antara kawasan ASEAN dan Eurasia untuk menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif.

Indonesia menyambut baik adopsi Deklarasi Kazan dalam KTT ASEAN-Rusia karena dinilai sejalan dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan mendukung prinsip sentralitas ASEAN dalam arsitektur kawasan.

Menlu Sugiono turut menyambut positif penandatanganan Nota Kesepahaman de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai menunjukkan keberhasilan pendekatan dialog dalam menyelesaikan konflik.

Meski demikian, Indonesia tetap menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Sugiono menegaskan, "Indonesia siap bekerja sama dengan Rusia dan seluruh negara anggota ASEAN untuk memastikan kemitraan ini berkontribusi pada ketahanan yang lebih besar, kemakmuran, serta stabilitas yang langgeng".

Penulis :
Leon Weldrick
Kemenkeu 2026