
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance belum berangkat ke Swiss untuk menghadiri upacara penandatanganan nota kesepahaman dengan Iran karena rencana teknis pembicaraan dan agenda terkait kesepakatan tersebut masih belum final.
Juru bicara Gedung Putih menyatakan delegasi Amerika Serikat siap berangkat kapan saja setelah seluruh persiapan dan pengaturan teknis mendapatkan kepastian.
“Sampai saat ini, Wakil Presiden (Vance) belum akan berangkat malam ini,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyebut aspek logistik dalam negosiasi internasional semacam ini tidak selalu sederhana dan sering kali sulit diprediksi.
Sebelumnya, Vance mengatakan rencana perjalanan ke Swiss masih berjalan dan berpotensi dilakukan pada akhir pekan, namun jadwal tersebut bergantung pada kesiapan serta kedatangan delegasi Iran di negara tersebut.
Iran Nilai Upacara Penandatanganan Tidak Diperlukan
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan memorandum kesepahaman sebenarnya telah ditandatangani oleh presiden kedua negara sehingga tidak memerlukan upacara penandatanganan resmi.
Meski demikian, Iran menegaskan tetap akan berpartisipasi dalam pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat.
Pada 14 Juni 2026, kedua negara mengonfirmasi bahwa penyusunan memorandum kesepahaman telah rampung.
Kemudian pada Kamis malam hingga Jumat dini hari waktu setempat, Amerika Serikat dan Iran menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh sebagai langkah untuk mengakhiri konflik militer yang disebut berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Atur Program Nuklir dan Pembukaan Selat Hormuz
Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi Amerika Serikat.
Dokumen itu juga mengatur jadwal pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat serta pemulihan lalu lintas pelayaran Iran melalui Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menurunkan ketegangan dan membuka ruang diplomasi yang lebih luas setelah berbulan-bulan konflik berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








