HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Bom dan Penembakan di Thailand Selatan Lukai Enam Polisi, Dua Kritis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Serangan Bom dan Penembakan di Thailand Selatan Lukai Enam Polisi, Dua Kritis
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Polisi menembak gas air mata ke arah demonstan saat unjuk rasa terkait penanganan COVID-19 di Bangkok, Thailand, Sabtu (7/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun..)

Pantau - Enam anggota polisi patroli perbatasan Thailand terluka, termasuk dua orang dalam kondisi kritis, setelah menjadi sasaran serangan bom pinggir jalan dan penembakan di Kabupaten Thanto, Provinsi Yala, Thailand selatan, Jumat (19/6).

Serangan terjadi saat regu patroli menjalankan tugas rutin di wilayah tersebut.

Bom Meledak Saat Polisi Melakukan Patroli

Otoritas setempat menyatakan para pelaku terlebih dahulu mengaktifkan alat peledak rakitan yang dipasang di pinggir jalan.

Setelah ledakan terjadi, para penyerang kemudian melepaskan tembakan ke arah regu patroli dari semak-semak di sekitar lokasi.

Akibat serangan itu, enam personel polisi mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dua dari enam polisi yang menjadi korban dilaporkan mengalami luka serius dan berada dalam kondisi kritis.

Aparat Keamanan Kejar Pelaku

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Kepolisian Provinsi Yala memerintahkan satuan tugas keamanan gabungan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Tim yang diterjunkan terdiri atas personel penjinak bom dan tim forensik guna mengantisipasi kemungkinan adanya serangan lanjutan di lokasi.

Pasukan keamanan juga telah menutup area kejadian dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri setelah serangan berlangsung.

Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi pengeboman dan penembakan tersebut.

Insiden itu menambah daftar gangguan keamanan yang masih terjadi di wilayah Thailand selatan yang selama bertahun-tahun menghadapi konflik bersenjata dan aksi kekerasan sporadis.

Penulis :
Aditya Yohan