HOME  ⁄  Geopolitik

Pakar Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Terancam Terganjal Agresi Israel di Lebanon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Terancam Terganjal Agresi Israel di Lebanon
Foto: (Sumber :Anggota Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Kerja sama Internasional Darmansjah Djumala. (ANTARA/HO-Pusat Media Damai BNPT RI).)

Pantau - Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala menilai prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih menghadapi tantangan serius akibat agresi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

Menurut Darmansjah, kesepakatan damai yang telah disetujui kedua negara sempat menghadirkan harapan baru bagi terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Meskipun AS dan Iran sudah menyetujui kesepakatan damai, prospeknya di Timur Tengah masih diragukan,” kata Darmansjah dalam keterangannya.

Ia menilai setelah bertahun-tahun diwarnai konfrontasi, sanksi, dan ancaman militer, kesediaan AS dan Iran untuk menempuh jalur diplomasi menjadi langkah strategis dalam meredakan ketegangan kawasan.

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dinilai memiliki arti penting dalam menurunkan ketegangan antara Washington dan Teheran yang selama ini menjadi salah satu sumber instabilitas di Timur Tengah.

Darmansjah menjelaskan keberhasilan implementasi MoU dapat memperkuat diplomasi dan negosiasi sebagai mekanisme utama penyelesaian sengketa internasional.

Hubungan yang lebih konstruktif antara AS dan Iran juga dinilai berpotensi mendorong stabilitas politik dan keamanan di kawasan Teluk serta Timur Tengah secara lebih luas.

Namun, optimisme tersebut menghadapi ujian setelah serangan militer Israel di Lebanon selatan kembali terjadi hanya dua hari setelah kesepakatan damai disetujui.

Menurut Darmansjah, Iran memandang agresi Israel bukan hanya sebagai ancaman terhadap sekutunya di kawasan, tetapi juga sebagai upaya mempertahankan politik konfrontasi dan menghambat normalisasi hubungan AS-Iran.

Ia menilai eskalasi konflik di Lebanon Selatan dapat memicu reaksi berantai karena Iran berpotensi menghadapi tekanan domestik maupun regional untuk meningkatkan dukungan kepada kelompok-kelompok proksi di kawasan.

Darmansjah mengatakan Amerika Serikat kini berada dalam posisi yang sulit karena harus menjaga komitmen terhadap Iran sekaligus mempertahankan dukungan strategis kepada Israel.

Menurutnya, keberhasilan kesepakatan damai sangat bergantung pada kemampuan kedua pihak menyelaraskan upaya peredaan eskalasi di Selat Hormuz dengan penghentian agresi Israel di Lebanon.

Ia juga menilai AS perlu memainkan peran yang lebih aktif untuk menahan eskalasi militer Israel agar tidak merusak proses diplomasi yang sedang berjalan.

“Perdamaian membutuhkan lingkungan regional yang kondusif, pengendalian eskalasi, dan komitmen semua pihak untuk mengedepankan diplomasi dibandingkan penggunaan kekuatan militer,” kata Darmansjah.

Darmansjah menegaskan perdamaian di Timur Tengah tidak dapat dibangun hanya melalui kesepakatan bilateral, melainkan membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pihak di kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf