HOME  ⁄  Geopolitik

UNIFIL Tidak Temukan Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon untuk Pertama Kalinya Sejak Maret

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UNIFIL Tidak Temukan Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon untuk Pertama Kalinya Sejak Maret
Foto: (Sumber :Arsip foto - Warga mencari barang yang bisa digunakan kembali di tengah puing-puing sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Nabatieh, Lebanon selatan, Selasa (19/5/2026). ANTARA/Xinhua/Taher Abu Hamdan/aa..)

Pantau - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) tidak mendeteksi pelanggaran terhadap gencatan senjata di Lebanon pada 21 Juni 2026, menandai kondisi pertama tanpa insiden sejak kembali pecahnya permusuhan pada awal Maret lalu.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan temuan tersebut dalam konferensi pers di New York pada Senin (22/6/2026).

"Kemarin menandai hari pertama sejak dimulainya kembali permusuhan pada 2 Maret di Lebanon, di mana pasukan penjaga perdamaian kami di Lebanon tidak mendeteksi lintasan atau mengamati intersepsi apa pun," ungkapnya.

Ia menambahkan situasi yang relatif tenang tersebut masih berlanjut hingga Selasa pagi waktu setempat.

PBB menyambut positif berkurangnya intensitas konflik antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Dujarric menyatakan harapan agar tren penurunan ketegangan tersebut dapat terus berlanjut demi menjaga stabilitas kawasan.

Meski demikian, UNIFIL masih mencatat adanya aktivitas darat militer Israel dalam beberapa hari terakhir.

"Namun, selama tiga hari terakhir, pasukan penjaga perdamaian UNIFIL terus mengamati aktivitas darat IDF yang ekstensif di seluruh wilayah tanggung jawab misi, termasuk manuver kendaraan lapis baja, serta aktivitas teknik dan logistik," ujarnya.

Selain aktivitas darat, pasukan penjaga perdamaian PBB juga mendeteksi sejumlah pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh pesawat Israel.

Sebelumnya, laporan Reuters pada 19 Juni menyebut Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada hari yang sama.

Namun, sumber lapangan militer Lebanon menyatakan serangan Israel di wilayah selatan Lebanon masih terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan.

Pada Minggu (21/6/2026), Kepala Staf Umum IDF Eyal Zamir juga mengingatkan bahwa gencatan senjata dengan Hizbullah masih berada dalam kondisi rapuh.

Ia menyerukan kesiapan militer Israel untuk kembali melanjutkan operasi apabila situasi keamanan memburuk.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah berbagai upaya diplomatik internasional untuk menjaga stabilitas Lebanon dan mendorong keberlanjutan gencatan senjata antara kedua pihak yang bertikai.

Penulis :
Ahmad Yusuf