
Pantau - Delegasi Lebanon dalam perundingan dengan Israel di Washington DC, Amerika Serikat, menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan Lebanon, sementara Israel masih menunggu langkah konkret terhadap kelompok Hizbullah, menurut laporan Al Hadath yang mengutip sumber Amerika Serikat pada Rabu (24/6).
Perundingan tersebut berlangsung di tengah perbedaan pandangan antara kedua pihak terkait mekanisme penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan.
Menurut sumber yang dikutip Al Hadath, Israel menginginkan jaminan dari Angkatan Darat Lebanon bahwa mereka mampu menghancurkan infrastruktur Hizbullah sebelum langkah penarikan pasukan dilakukan.
Perbedaan Mekanisme Jadi Hambatan Utama
Sumber tersebut mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan mengenai mekanisme penarikan pasukan Israel masih menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.
Israel bersikeras bahwa Angkatan Darat Lebanon harus terlebih dahulu ditempatkan di kawasan strategis punggung bukit Ali al-Taher di wilayah selatan Lebanon sebelum pasukan Israel ditarik.
Selain itu, militer Lebanon juga diminta melakukan pencarian terhadap terowongan-terowongan yang dibangun Hizbullah di kawasan tersebut.
Putaran kelima perundingan antara Israel dan Lebanon dimulai di Washington DC pada Selasa (23/6).
Israel Sebut Kehadiran Pasukan Bagian dari Konsep Keamanan Baru
Kepala otoritas pertahanan Israel, Israel Katz, dan Kepala otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini menyatakan bahwa keberadaan pasukan Israel di zona penyangga di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza merupakan bagian dari konsep keamanan baru.
Mereka menyebut konsep tersebut bertujuan mencegah infiltrasi kelompok militan ke wilayah Israel seperti yang terjadi dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Hingga kini, belum tercapai kesepakatan mengenai tahapan penarikan pasukan Israel maupun langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Angkatan Darat Lebanon terkait aktivitas Hizbullah di wilayah selatan negara itu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





