
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Iran akan mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kembali memasuki negara itu meskipun Teheran membantah adanya kesepakatan terkait inspeksi program nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Selasa (23/6/2026) saat menanggapi klaim Iran yang menyebut tidak ada kunjungan terjadwal bagi inspektur IAEA.
“Mereka salah. Mereka salah. Mereka tahu bahwa mereka salah,” kata Trump.
Trump mengatakan pemerintah Iran telah menyampaikan informasi berbeda kepada Amerika Serikat melalui jalur internal.
“Mereka sudah memberi tahu kami secara internal dan kami yakin 100 persen, akan ada inspeksi,” ujarnya.
Trump juga menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila informasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
“Jika mereka benar, saya akan membatalkan pertemuan-pertemuan itu sekarang juga,” tambahnya.
Saat ditanya kapan inspektur IAEA akan kembali memasuki Iran, Trump mengatakan proses tersebut tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa.
“Pada waktu yang tepat. Tidak perlu terburu-buru,” ungkapnya.
Trump menyatakan pemerintahannya tengah merancang kesepakatan dengan Iran yang diklaim mampu menjaga keamanan Amerika Serikat dan dunia.
“Kami sedang membuat kesepakatan luar biasa dengan Iran. Kami membuat kesepakatan yang akan menjaga keamanan negara kami dan dunia, karena kami tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, dan mereka tahu itu, serta mereka setuju dengan hal tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Senin (22/6/2026) menyatakan Iran telah menyetujui kembalinya inspektur nuklir internasional ke negara tersebut.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah membuat komitmen baru terkait program nuklir maupun inspeksi internasional.
Dalam pidato terpisah di Pennsylvania, Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah menyepakati untuk tidak memiliki senjata nuklir.
Trump menyatakan kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya yang sedang dilakukan pemerintahannya dalam hubungan dengan Teheran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah perbedaan klaim antara Washington dan Teheran mengenai rencana kembalinya inspektur IAEA ke Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





