
Pantau - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), namun ketidakpastian masih membayangi menyusul pernyataan Iran yang kembali mengaitkan pembukaan jalur strategis tersebut dengan berakhirnya konflik di Lebanon.
Aktivitas Pelayaran Mulai Pulih
Perjalanan ke Khasab, kota pesisir di Oman yang berada di sisi selatan Selat Hormuz, memperlihatkan aktivitas kapal yang belum sepenuhnya kembali normal meski beberapa kapal kargo kecil mulai beroperasi.
Seorang warga setempat bernama Bader mengatakan, "Sebagian besar kapal di sini mengangkut kargo antara UEA dan Iran," ungkapnya.
Ia menjelaskan sebagian kapal telah kembali berlayar dalam beberapa hari terakhir, sementara kapal lainnya masih menunggu sinyal dari pelabuhan-pelabuhan di Iran.
Sebelum konflik, sekitar 130 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari, namun selama ketegangan berlangsung jumlahnya turun menjadi kurang dari 10 kapal per hari.
Data perusahaan pelacakan maritim Kpler menunjukkan sedikitnya 36 kapal pengangkut komoditas melintasi selat tersebut pada Senin (22/6), menandakan adanya pemulihan lalu lintas.
Ketegangan Politik Masih Membayangi
Media Iran melaporkan bahwa Teheran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya sebelum perang di Lebanon berakhir.
Di sisi lain, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat menyatakan lalu lintas kapal tetap berjalan, sementara Presiden AS Donald Trump menyebut Selat Hormuz telah sepenuhnya terbuka meski belum dikonfirmasi Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia sehingga setiap gangguan berdampak pada perdagangan global dan harga energi.
Konflik juga memukul sektor pariwisata di Musandam, Oman, yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata bahari.
Seorang kapten kapal mengatakan, "Semua orang berharap stabilitas kembali pulih, dan wisatawan kembali berdatangan," ungkapnya.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran kembali menggelar perundingan di Swiss dengan mediasi Pakistan dan Qatar guna membahas jalur aman pelayaran komersial serta upaya deeskalasi konflik di Lebanon.
- Penulis :
- Aditya Yohan





