
Pantau - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperingatkan sekitar 100.000 anak di Lebanon berisiko tidak dapat mengikuti tahun ajaran baru jika sekolah-sekolah yang rusak akibat perang tidak diperbaiki sebelum September.
Peringatan tersebut disampaikan UNICEF pada Kamis (2/7/2026) setelah survei nasional bersama Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Lebanon menemukan kerusakan yang meluas pada sektor pendidikan akibat konflik di Timur Tengah.
Ratusan Fasilitas Pendidikan Terdampak Konflik
Survei tersebut mengidentifikasi 340 lembaga pendidikan yang terdampak, termasuk sekolah dan pusat pendidikan kejuruan.
Sebanyak 17 lembaga pendidikan dilaporkan hancur, sementara banyak fasilitas lainnya memerlukan perbaikan besar sebelum dapat kembali digunakan secara aman.
UNICEF menilai kerusakan tersebut berpotensi menghambat akses pendidikan bagi puluhan ribu anak pada tahun ajaran baru.
UNICEF Minta Dukungan Perbaikan Sekolah
UNICEF memperingatkan ketidakhadiran anak di sekolah dalam waktu berkepanjangan dapat meningkatkan risiko pekerja anak dan pernikahan dini.
Badan PBB tersebut menyatakan tengah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk merehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak dan mempertahankan kegiatan belajar mengajar.
UNICEF juga mendesak adanya tambahan pendanaan agar proses perbaikan fasilitas pendidikan dapat segera diselesaikan sebelum dimulainya tahun ajaran baru.
- Penulis :
- Aditya Yohan





