HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Nyatakan Siap Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan Ukraina dari Titik Terakhir Negosiasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rusia Nyatakan Siap Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan Ukraina dari Titik Terakhir Negosiasi
Foto: (Sumber :Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung di lokasi-lokasi yang rusak akibat serangan Rusia - termasuk sebuah gedung apartemen bertingkat dan beberapa rumah pribadi di distrik Darnytskyi, Kiev, Ukraina - pada 2 Juli 2026. Serangan itu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya. /ANTARA/ Joshua Olley - Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Rusia menyatakan siap melanjutkan pembicaraan damai dengan Ukraina dari titik terakhir negosiasi yang sempat terhenti, dengan syarat adanya kemauan politik dari Kiev dan negara-negara pendukungnya di Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin kepada RIA Novosti di Moskow, Jumat.

Galuzin mengatakan, “Kami siap melanjutkan pembicaraan tepat dari titik di mana pembicaraan tersebut terhenti. Namun, ini membutuhkan kemauan politik tidak hanya dari Kiev tetapi juga dari para pendukung mereka Negara Barat, yang menjadi pihak paling diuntungkan dari krisis ini.”

Rusia Rujuk Kesepakatan Istanbul

Rusia menyatakan kesiapan melanjutkan proses perdamaian berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai dalam perundingan di Istanbul pada 2022, sebagaimana sebelumnya disampaikan Presiden Vladimir Putin dalam rapat bersama anggota pemerintah.

Sepanjang 2025, Rusia dan Ukraina telah menggelar tiga putaran pembicaraan langsung di Istanbul yang menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk pertukaran tahanan.

Selain itu, Rusia juga telah menyerahkan jenazah tentara Ukraina yang tewas kepada pihak Kiev.

Pertukaran Memorandum Jadi Dasar Negosiasi

Kedua negara juga telah saling bertukar draf memorandum sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik yang masih berlangsung.

Pernyataan terbaru Rusia menegaskan kesiapan Moskow untuk melanjutkan jalur diplomasi apabila seluruh pihak yang terlibat menunjukkan komitmen politik terhadap proses negosiasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf