HOME  ⁄  Geopolitik

AS Sebut Terbuka Peluang Kerja Sama Nuklir hingga Jasa Keuangan dengan Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Sebut Terbuka Peluang Kerja Sama Nuklir hingga Jasa Keuangan dengan Indonesia
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. ANTARA/Pixabay..)

Pantau - Korporasi Pembiayaan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (U.S. International Development Finance Corporation/DFC) menyatakan terdapat peluang kerja sama dengan Indonesia di sektor energi nuklir, jasa keuangan, transportasi, infrastruktur, hingga pengolahan mineral kritis.

DFC Lihat Peluang Investasi Strategis di Indonesia

Kepala Bidang Kebijakan DFC Caroline Vik mengatakan peluang tersebut teridentifikasi setelah pihaknya bertemu dengan pelaku usaha dan pemerintah Indonesia dalam rangkaian kunjungan kerja ke kawasan Asia Tenggara.

Caroline Vik mengungkapkan, "Pertemuan kami dengan pelaku sektor swasta (di Indonesia) mengungkapkan berbagai peluang menarik di bidang energi nuklir dan jasa keuangan."

Ia menambahkan, "Kami juga membahas mengenai fokus utama pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi melalui eksplorasi hulu (upstream) serta infrastruktur penyimpanan dan transportasi energi tingkat menengah (midstream)."

Selain sektor energi, DFC melihat prospek kolaborasi pada pembangunan transportasi, infrastruktur, pelabuhan baru, serta penambangan dan pengolahan komoditas mineral kritis.

Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Investasi

DFC merupakan lembaga keuangan pembangunan Pemerintah Amerika Serikat yang berperan sebagai pilar utama diplomasi ekonomi negara tersebut melalui pembiayaan sektor swasta untuk mendukung pembangunan ekonomi strategis.

Seiring perluasan kewenangan dari Kongres Amerika Serikat, kapasitas investasi DFC meningkat dari 60 miliar dolar AS menjadi 205 miliar dolar AS.

Caroline Vik melakukan kunjungan ke Manila, Hanoi, Phnom Penh, Vientiane, Kuala Lumpur, dan Jakarta pada 19-25 Juni untuk bertemu pejabat pemerintah serta pelaku usaha.

Dalam kunjungan tersebut, DFC menjajaki peluang investasi di sektor energi, teknologi, mineral kritis, keamanan rantai pasok, farmasi, infrastruktur strategis, dan infrastruktur digital guna memperkuat kemitraan ekonomi strategis di kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf