HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Amerika Serikat Kembali Melancarkan Serangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Amerika Serikat Kembali Melancarkan Serangan
Foto: (Sumber :Ilustrasi Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas maritim apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap wilayahnya di tengah meningkatnya eskalasi konflik kedua negara.

Iran Siapkan Respons Balasan

Ancaman tersebut disampaikan seorang sumber keamanan Iran kepada Press TV pada Rabu (8/7) menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membuka kemungkinan serangan lanjutan.

“Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya untuk semua lalu lintas maritim jika terjadi serangan apa pun terhadap Iran,” ungkap sumber tersebut.

Sumber yang sama juga menyatakan Iran akan memberikan respons militer yang lebih besar terhadap setiap serangan.

“Ancaman apa pun akan direspons dengan tegas. Iran tidak membedakan antara Amerika Serikat dan mitranya di kawasan ini,” katanya.

Ia menambahkan Iran akan menyerang target musuh dengan rasio sedikitnya dua banding satu sebagai bentuk pembalasan.

Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat

Sumber keamanan itu menegaskan Teheran tetap akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan pembentukan jalur pelayaran baru di luar pengaturan yang ditetapkan Iran.

“Nota kesepahaman yang ditandatangani mengenai masalah ini dengan jelas menyatakan bahwa Iran akan membuka kembali selat tersebut sesuai dengan pengaturannya sendiri. Oleh karena itu, Iran tidak akan mengizinkan pembentukan rute baru di luar kerangka pengaturannya sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan Amerika Serikat kemungkinan kembali menyerang Iran setelah operasi militer AS yang menghantam lebih dari 80 target sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke 85 lokasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk di Bahrain dan Kuwait.

Penulis :
Ahmad Yusuf