
Pantau - Iran mengancam akan memberikan balasan keras setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terbaru yang menargetkan sejumlah lokasi di wilayahnya di tengah meningkatnya eskalasi konflik kedua negara.
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Kecam Serangan AS
Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa pihak yang terlibat dalam serangan tersebut akan menerima hukuman berat.
"Musuh agresor dan kaki tangannya" akan "dihukum berat," tulis Rezaei dalam unggahan di platform X.
Pernyataan itu disampaikan tidak lama setelah media Iran melaporkan serangkaian ledakan di sejumlah wilayah selatan negara tersebut menyusul serangan terbaru Amerika Serikat.
Televisi pemerintah Iran melaporkan pecahan proyektil menghantam Rumah Sakit Imam Ali di Kota Chabahar, sementara Kantor Berita Mehr menyebut serangan di Provinsi Bushehr tidak menimbulkan kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
CENTCOM Akui Luncurkan Serangan Tambahan
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melaksanakan serangan tambahan terhadap Iran.
CENTCOM menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan ledakan terdengar di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu.
- Penulis :
- Aditya Yohan





