HOME  ⁄  Geopolitik

Analis Nilai KTT NATO di Ankara Belum Selesaikan Perpecahan Internal Aliansi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Analis Nilai KTT NATO di Ankara Belum Selesaikan Perpecahan Internal Aliansi
Foto: (Sumber :Presiden AS Donald Trump menghadiri KTT NATO 2026 di Ankara, Turki, pada 8 Juli 2026. ANTARA/Xinhua/Mustafa Kaya.)

Pantau - Sejumlah analis menilai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, belum mampu menyelesaikan perbedaan mendasar di antara negara-negara anggota meski para pemimpin aliansi menampilkan citra persatuan selama pertemuan berlangsung.

Perbedaan Sikap Dinilai Masih Membayangi NATO

KTT NATO yang berlangsung selama dua hari resmi ditutup pada Rabu (8/7) di Ankara dengan sejumlah isu utama, seperti pembagian beban pertahanan, pengeluaran militer, dan perbedaan pendekatan terhadap konflik Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga kembali menyampaikan kekecewaannya terhadap NATO.

"Sangat kecewa," ujar Donald Trump saat mengeklaim sejumlah anggota NATO tidak mendukung tujuan-tujuan utama militer Amerika Serikat.

Lektor Kepala Hubungan Internasional Universitas TOBB Ankara, Ali Oguz Dirioz, menilai pertemuan tersebut belum menghapus perbedaan di dalam aliansi.

"KTT itu tidak menghilangkan perbedaan di dalam NATO. Sebaliknya, KTT itu hanya membatasi perbedaan-perbedaan tersebut pada isu-isu tertentu," ungkap Ali Oguz Dirioz.

"Perpecahan masih tetap ada, tetapi negara-negara anggota sedang belajar untuk hidup berdampingan dengan perbedaan-perbedaan tersebut," tambahnya.

Eropa Dinilai Bergerak Menuju Otonomi Strategis

Dirioz mengatakan salah satu tren yang mengemuka dari KTT adalah meningkatnya langkah negara-negara Eropa menuju otonomi strategis yang lebih besar di dalam NATO.

"Negara-negara Eropa di dalam NATO kemungkinan akan berkembang menuju postur pertahanan yang lebih otonom karena kritik terus-menerus dari Washington terkait pembagian beban," katanya.

Peneliti Senior Pusat Studi Timur Tengah Ankara, Oytun Orhan, juga menilai solidaritas yang ditunjukkan para pemimpin NATO belum menyelesaikan persoalan internal aliansi.

"Para pemimpin NATO menunjukkan solidaritas, tetapi sebagian besar masalah internal aliansi itu tampaknya masih tetap ada," ujarnya.

Menurut Orhan, perdebatan mengenai target belanja pertahanan sebesar 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) masih menjadi tantangan bagi sejumlah negara anggota, terutama yang memiliki kondisi ekonomi lebih rapuh.

Ia menambahkan Eropa memiliki keinginan untuk lebih mandiri dari Amerika Serikat, meski hasil dari upaya tersebut masih belum dapat dipastikan.

"Terdapat niat yang jelas dari Eropa untuk menjadi lebih mandiri dari AS," ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf