HOME  ⁄  Nasional

Kerja Sama Pengadaan Rudal BrahMos Dinilai Perkuat Industri Pertahanan Nasional Lewat Alih Teknologi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kerja Sama Pengadaan Rudal BrahMos Dinilai Perkuat Industri Pertahanan Nasional Lewat Alih Teknologi
Foto: Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily saat jumpa pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis 9/7/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison)

Pantau - Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menilai kerja sama Indonesia dan India dalam pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos dapat memperkuat industri pertahanan nasional melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia setelah kontrak kerja sama diumumkan dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta.

Ace menyatakan India merupakan salah satu negara yang memiliki kemampuan dalam pengembangan teknologi pertahanan sehingga kerja sama tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri pertahanan nasional.

Ia mengungkapkan, "Kerja sama militer dengan India, saya kira itu merupakan langkah yang sangat baik dalam rangka memperkuat kerja sama industri pertahanan nasional dengan India."

Peluang Alih Teknologi dan Peningkatan SDM

Ace menilai kerja sama tersebut membuka peluang terjadinya alih teknologi yang diharapkan mampu meningkatkan penguasaan teknologi pertahanan oleh industri pertahanan nasional.

Selain alih teknologi, kerja sama itu juga dinilai dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi pertahanan.

Ia mengungkapkan, "Dengan demikian, kita harapkan kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan industri pertahanan nasional melalui alih teknologi yang ditindaklanjuti dengan baik."

Kontrak Diumumkan dalam Kunjungan PM Narendra Modi

Kontrak kerja sama pengadaan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7).

Pada kesempatan yang sama, diumumkan pula perjanjian kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp.

Kedua dokumen tersebut merupakan bagian dari 16 kerja sama yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia.

Indonesia telah membidik akuisisi rudal BrahMos sejak beberapa tahun terakhir.

Beberapa hari sebelum kunjungan PM Narendra Modi, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyatakan pembahasan mengenai kerja sama pengadaan BrahMos telah memasuki tahap yang sangat maju.

Sandeep Chakravorty menyampaikan harapan agar pembahasan tersebut segera mencapai kesepakatan.

Penulis :
Shila Glorya