HOME  ⁄  Geopolitik

Selandia Baru Jajaki Peluang Bergabung dengan Aliansi Pertahanan Australia dan Fiji

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Selandia Baru Jajaki Peluang Bergabung dengan Aliansi Pertahanan Australia dan Fiji
Foto: (Sumber :Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon menyatakan negaranya tengah menjajaki kemungkinan bergabung dengan aliansi pertahanan Ocean of Peace yang baru ditandatangani Australia dan Fiji sebagai upaya memperkuat keamanan kawasan Pasifik.

Selandia Baru Sambut Aliansi Baru di Kawasan Pasifik

Perdana Menteri Christopher Luxon mengatakan Selandia Baru menyambut baik komitmen Australia dan Fiji yang sepakat menjadi sekutu militer melalui aliansi Ocean of Peace.

Ia mengungkapkan, "Fiji dan Australia mengumumkan komitmen untuk menjadi sekutu militer pada pekan ini, dan Selandia Baru menyambut baik hal tersebut."

Luxon menuturkan Selandia Baru memiliki hubungan erat dengan Australia melalui kerja sama pertahanan yang terus berkembang, sekaligus menjalin hubungan kuat yang telah lama terbangun dengan Fiji.

Ia mengatakan, "Kami telah bekerja sama dengan kedua negara untuk membangun kawasan yang lebih aman bagi semua pihak, sehingga (pertimbangan terkait) keterlibatan kami dalam aliansi ini (di masa mendatang) merupakan langkah yang logis."

Pakta Buka Peluang Negara Lain Bergabung

Australia dan Fiji menandatangani pakta pertahanan Ocean of Peace pada Senin (6/7) yang mencakup kesepakatan untuk melakukan konsultasi bersama apabila muncul ancaman keamanan serta mengambil tindakan gabungan jika terjadi serangan bersenjata.

Perjanjian tersebut juga membuka peluang bagi negara-negara lain di kawasan Pasifik untuk bergabung melalui kesepakatan bersama.

Calon anggota aliansi diwajibkan memiliki kesamaan visi dengan Ocean of Peace serta mampu memberikan kontribusi terhadap keamanan kawasan Pasifik.

Informasi mengenai rencana Selandia Baru bergabung dengan aliansi tersebut disampaikan berdasarkan laporan Sputnik/RIA Novosti-OANA.

Penulis :
Aditya Yohan