
Pantau - Iran meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak negara-negara Teluk agar menghentikan pemberian akses kepada Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah mereka sebagai landasan peluncuran serangan terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei meminta PBB segera mengambil langkah terhadap negara-negara Teluk yang disebut memberikan akses bagi operasi militer Amerika Serikat.
"Anda harus mendesak negara-negara yang bersangkutan untuk segera berhenti mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah mereka sebagai landasan peluncuran agresi terhadap Iran," ujar Baghaei.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas peringatan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai potensi konsekuensi bencana apabila permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.
Baghaei juga menyatakan serangan Iran terhadap pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan yang sah dari "hak untuk membela diri."
Menurut laporan, Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menandatangani memorandum pada 18 Juni yang mengatur berakhirnya konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan pada malam 8 Juli.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz dan mengancam akan meningkatkan intensitas serangan jika insiden serupa kembali terjadi.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk di Kuwait.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan Washington sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang telah dicapai.
- Penulis :
- Aditya Yohan





