HOME  ⁄  Geopolitik

Satu Awak Kapal Tewas dan Delapan Terluka Usai Dua Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Satu Awak Kapal Tewas dan Delapan Terluka Usai Dua Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang berlabuh di Teluk Oman, lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang sangat penting. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency / pri..)

Pantau - Satu awak kapal tewas dan delapan lainnya terluka setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) yang melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz di perairan Oman dihantam rudal jelajah Iran pada Selasa.

Dua Kapal Tanker Alami Kerusakan

Kementerian Pertahanan UEA mengidentifikasi kedua kapal tersebut sebagai Mombasa dan Al Bahiyah.

Korban tewas merupakan seorang awak kapal berkewarganegaraan India yang berada di kapal Mombasa.

Korban luka terdiri atas enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina.

Kedua kapal mengalami kerusakan material akibat kebakaran yang sempat terjadi di atas kapal.

Pihak berwenang menyatakan api di kedua kapal telah berhasil dikendalikan.

UEA mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan ancaman serius bagi keamanan serta stabilitas kawasan.

Pemerintah UEA juga menegaskan memiliki hak untuk mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya.

UKMTO Selidiki Insiden di Perairan Oman

Lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) menyatakan telah menerima laporan dari kapten kapal tanker yang terkena proyektil tak dikenal di ruang mesin bagian lambung kanan kapal sekitar 40 mil laut timur laut Qalhat, Oman.

UKMTO mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut.

Lembaga itu juga mengimbau seluruh kapal yang melintasi wilayah tersebut agar tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer setelah Amerika Serikat melancarkan serangan selama tiga hari berturut-turut terhadap Iran dengan alasan untuk melemahkan kekuatan pertahanan Teheran di Selat Hormuz.

Penulis :
Ahmad Yusuf