
Pantau - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menolak permintaan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan penahanan migran saat pemeriksaan lalu lintas dan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia para migran.
Sheinbaum menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers hariannya pada Kamis (16/7) di Mexico City.
Ia mengatakan hingga saat ini belum ada agenda pertemuan maupun pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Trump.
Sheinbaum menyatakan akan membahas kematian belasan warga negara Meksiko selama operasi Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement/ICE) serta di pusat-pusat penahanan pada waktu yang tepat.
Ia mengungkapkan, "Jika seseorang telah melakukan tindak pidana, orang tersebut harus menjalani proses hukum. Namun, status keimigrasian yang tidak sah tidak boleh diperlakukan sebagai tindak pidana."
Sheinbaum menegaskan deportasi yang dilakukan karena alasan keimigrasian tetap harus menghormati hak asasi manusia.
Sheinbaum juga mengonfirmasi seorang warga negara Meksiko yang tewas dalam operasi imigrasi setelah tertabrak truk saat berusaha melarikan diri telah berhasil diidentifikasi, meski tidak merinci identitas korban.
Ia mengatakan Menteri Luar Negeri Meksiko Roberto Velasco telah berkomunikasi dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Meksiko Ronald Johnson serta sejumlah pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat terkait langkah hukum yang ditempuh Meksiko beserta alasan pelaksanaannya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





