
Pantau - Iran meminta kelompok Houthi di Yaman untuk bersiaga menutup Selat Bab el-Mandeb apabila Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik milik Iran, menurut laporan Reuters yang dikutip pada Kamis (16/7).
Persiapan Penutupan Selat Bab el-Mandeb
Reuters mengutip tiga sumber, yakni dua pejabat senior Iran dan satu sumber regional yang mengetahui pembahasan tersebut, yang menyebut rencana itu telah dibahas di tingkat kepemimpinan Iran dan disampaikan kepada kelompok Houthi.
Sumber yang dekat dengan Houthi mengungkapkan bahwa kelompok tersebut telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Bab el-Mandeb dengan mengerahkan rudal dan drone di sekitar jalur pelayaran tersebut.
Ia mengungkapkan, "kelompok tersebut telah merampungkan persiapan untuk menyerang kapal-kapal yang melintasi Bab el-Mandeb dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat selat itu."
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa sejumlah perwakilan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guard Corps/IRGC) Iran yang berada di Yaman akan menentukan waktu penutupan Selat Bab el-Mandeb.
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Meningkat
Militer AS dalam beberapa hari terakhir melancarkan sejumlah gelombang serangan terhadap Iran dengan mengeklaim tindakan tersebut sebagai balasan atas operasi angkatan bersenjata Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz serta bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta fasilitas militer AS di kawasan tersebut.
Laporan mengenai permintaan Iran kepada Houthi tersebut pertama kali disampaikan Reuters berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang mengetahui perkembangan situasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





