
Pantau - Kementerian Luar Negeri Iran memanggil Duta Besar Inggris untuk Teheran, Hugo Shorter, sebagai bentuk protes atas langkah pemerintah Inggris yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) sebagai ancaman keamanan nasional.
Iran Layangkan Protes Keras
Direktur Jenderal Urusan Eropa Barat Kementerian Luar Negeri Iran Alireza Yousefi menyampaikan protes keras terhadap kebijakan yang disebutnya sebagai tindakan bermusuhan.
Yousefi juga mengecam pernyataan Menteri Keamanan Inggris Angela Eagle yang dinilai menyampaikan pernyataan anti-Iran di parlemen.
Menurut Yousefi, tuduhan terhadap IRGC merupakan tindakan yang "tidak bertanggung jawab dan bertentangan dengan komitmen internasional pemerintah Inggris dan prinsip-prinsip dasar yang mengatur hubungan antarnegara."
Dalam pernyataan tertulisnya, Eagle mengatakan Inggris telah "mengidentifikasi aktivitas terkait IRGC yang melibatkan ancaman terhadap nyawa dan intimidasi di wilayah Inggris."
Inggris Siapkan Aturan Baru
Yousefi memperingatkan setiap legislasi yang bersifat bermusuhan terhadap Iran maupun lembaga-lembaganya akan mendapat respons "tegas dan resiprokal" dari Teheran.
Pemerintah Inggris pada Senin (13/7) mengumumkan sedang mengupayakan penetapan IRGC bersama dua organisasi lainnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional (Ancaman Negara) 2026.
Apabila disetujui parlemen, dukungan, bantuan, maupun penerimaan keuntungan material dari organisasi yang ditetapkan tersebut dalam aktivitas yang berkaitan dengan Inggris akan menjadi tindak pidana dengan ancaman hukuman hingga penjara seumur hidup untuk pelanggaran tertentu.
Sebelumnya, Inggris juga telah menjatuhkan berbagai sanksi terhadap IRGC.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





