HOME  ⁄  Nasional

Program SMK Go Global Libatkan 11 Kementerian untuk Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Berdaya Saing Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Program SMK Go Global Libatkan 11 Kementerian untuk Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Berdaya Saing Global
Foto: Wakil Menteri P2MI Christina Aryani saat memimpin rapat koordinasi teknis persiapan Program SMK Go Global bersama perwakilan 11 kementerian yang memiliki lembaga vokasi di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu 15/7/2026 (sumber: KP2MI)

Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melibatkan 11 kementerian dalam persiapan pelatihan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global guna menyukseskan Program SMK Go Global yang menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran Indonesia secara bertahap selama periode 2026–2029.

Program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi teknis yang dipimpin Wakil Menteri P2MI Christina Aryani di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Rapat dihadiri perwakilan dari 11 kementerian yang memiliki lembaga vokasi, di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Perindustrian, serta lima kementerian lainnya yang juga memiliki lembaga vokasi.

Christina Aryani mengungkapkan, "Kami ingin menyatukan langkah lintas sektor untuk melatih calon pekerja migran Indonesia yang kompeten serta siap ditempatkan di pasar kerja internasional."

Penyesuaian Kurikulum dan Target Pelatihan

Christina Aryani menegaskan Program SMK Go Global merupakan program pemerintah yang dirancang untuk memastikan setiap peserta yang telah mengikuti pembekalan pelatihan dapat bekerja di luar negeri sesuai kebutuhan pasar kerja.

Ia mengatakan, "Karena itu seluruh proses, mulai dari seleksi peserta, pelatihan, sertifikasi hingga penempatan harus dirancang dengan seksama sesuai output yang diharapkan."

Dalam rapat tersebut, Christina Aryani meminta seluruh kelas vokasi yang dimiliki 11 kementerian menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja global.

Kementerian yang memiliki lembaga vokasi juga diminta menyiapkan data alumni.

Selain itu, setiap kementerian diminta membantu penyebaran informasi mengenai Program SMK Go Global.

Christina Aryani mengatakan, "Sinergi kementerian dan lembaga menjadi pendukung agar Indonesia mampu menghasilkan pekerja migran yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di pasar kerja internasional."

Target 40 Ribu Peserta pada 2026

Pelaksanaan Program SMK Go Global tahun 2026 dimulai pada pertengahan Juli hingga Desember dengan target 40 ribu calon pekerja migran.

Sasaran program meliputi alumni SMK dan masyarakat umum yang telah memiliki kompetensi dasar.

Peserta akan mendapatkan tambahan kompetensi lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan penempatan.

Materi pelatihan mencakup penguasaan bahasa asing dan sertifikasi kompetensi.

Christina Aryani menjelaskan target peserta ditetapkan berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja yang telah diverifikasi melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI) serta perwakilan Republik Indonesia di lebih dari 130 negara.

Untuk memenuhi target tersebut, diperlukan sekitar 2 ribu kelas pelatihan dengan kapasitas masing-masing 20 peserta.

Program SMK Go Global mencakup delapan sektor prioritas, yakni kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi, pengolahan logam, serta satu sektor prioritas lainnya, dengan total 31 jenis jabatan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Christina Aryani mengingatkan tantangan terbesar berada pada tahap akhir, yakni proses rekrutmen oleh pengguna di negara tujuan.

Ia mengatakan, “Oleh karena itu, seluruh proses pembinaan harus mampu menghasilkan calon pekerja migran yang tidak hanya memenuhi standar kompetensi dan bahasa, tetapi juga memiliki karakter serta kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja di luar negeri.”

Penulis :
Leon Weldrick