HOME  ⁄  Geopolitik

Pertemuan Menlu ASEAN Resmi Dibuka dengan Sorotan pada Ketidakpastian Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertemuan Menlu ASEAN Resmi Dibuka dengan Sorotan pada Ketidakpastian Global
Foto: (Sumber :Para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN berfoto bersama dalam upacara pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 di Pasay City, Metro Manila, Filipina, pada 21 Juli 2026. ANTARA/Daniel Ceng - Anadolu Agency / pri..)

Pantau - Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 resmi dibuka di Manila, Filipina, dengan seruan memperkuat persatuan dan tindakan kolektif untuk menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik, ketegangan maritim, dan konflik di kawasan.

Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro mengatakan negara-negara ASEAN harus merespons situasi global dengan langkah yang aktif dan terarah.

Theresa P. Lazaro mengungkapkan, "Ada urgensi yang mendalam dalam pekerjaan kita."

Ia juga mengungkapkan, "solusi kreatif dan jalur yang layak, bahkan dalam situasi yang paling sulit dan selama diskusi yang paling kompleks."

Mengacu pada tema kepemimpinan ASEAN Filipina 2026, "Navigating Our Future, Together", Theresa P. Lazaro mengatakan, "Kita tidak hanya hanyut bersama arus; kita mengemudikan kapal saat kita menentukan arahnya."

ASEAN Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Kawasan

Theresa P. Lazaro menyebut Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) yang memasuki usia ke-50 tetap menjadi fondasi stabilitas regional melalui prinsip saling menghormati kedaulatan, nonintervensi, dan penyelesaian sengketa secara damai.

Ia mengungkapkan, "Dalam lanskap global yang terpecah-pecah, tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi badai ini sendirian. Kekuatan dan ketahanan kita terletak pada komunitas kita. Jika kita tidak bergerak maju bersama, kita berisiko terpecah belah."

Para menteri luar negeri ASEAN dijadwalkan meninjau kemajuan pada pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya sebelum menyampaikan rekomendasi kepada para pemimpin pada KTT ASEAN pada November mendatang.

Bahas Myanmar hingga Laut China Selatan

Pertemuan juga akan membahas penguatan sentralitas ASEAN, integrasi kawasan melalui Visi Komunitas ASEAN 2045, serta peningkatan kerja sama dengan mitra eksternal.

Isu keamanan regional yang menjadi fokus pembahasan meliputi upaya menghidupkan kembali inisiatif perdamaian di Myanmar, negosiasi kode etik Laut China Selatan dengan China, serta dampak ekonomi konflik global terhadap jalur energi dan perdagangan.

Rangkaian pertemuan di Manila berlangsung hingga 24 Juli dan mencakup agenda bersama mitra dialog ASEAN, ASEAN Plus Three, KTT Asia Timur, serta Forum Regional ASEAN yang melibatkan Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, Uni Eropa, dan sejumlah negara mitra lainnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf