
Pantau - Filipina mengajukan protes keras kepada China menyusul insiden yang melibatkan personel kedua negara di wilayah sengketa Laut China Selatan saat pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela pertemuan ASEAN.
Pertemuan tersebut berlangsung di Manila, Filipina, ketika kedua menteri membahas hubungan bilateral serta perkembangan situasi di kawasan.
Maria Theresa Lazaro mengatakan, "Saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela pertemuan ASEAN untuk diskusi terbuka tentang hubungan Filipina-China. Saya menegaskan kembali protes keras kami atas tindakan yang tidak dapat diterima terhadap personel Filipina di dekat Ayungin Shoal."
Ia mengungkapkan kedua pihak juga membahas pentingnya menjaga saluran komunikasi tetap terbuka serta mencari jalan penyelesaian atas perselisihan yang terjadi.
Insiden Picu Ketegangan Baru
Militer Filipina pada Senin (20/7) menuduh China melakukan agresi di Laut China Selatan setelah seorang anggota Angkatan Laut Filipina disebut mengalami cedera akibat dipukul menggunakan tongkat kayu oleh personel Penjaga Pantai China.
Penjaga Pantai China membantah tuduhan tersebut dan menuding kapal Filipina sengaja menabrak kapal patroli China.
China juga menyatakan personel Filipina menyerang petugas Penjaga Pantai China menggunakan dayung dan tiang panjang.
Sengketa Laut China Selatan Berlanjut
Insiden terbaru itu kembali memperburuk ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara China dan Filipina terkait klaim wilayah di Laut China Selatan.
Selain Filipina dan China, Brunei Darussalam serta Malaysia juga terlibat dalam sengketa atas kawasan strategis yang diyakini memiliki cadangan hidrokarbon dalam jumlah besar.
Kedua negara hingga kini masih mempertahankan komunikasi diplomatik di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





