HOME  ⁄  Geopolitik

Menteri Perang Amerika Serikat Minta Tambahan Dana untuk Perang Melawan Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri Perang Amerika Serikat Minta Tambahan Dana untuk Perang Melawan Iran
Foto: (Sumber :Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 6 April 2026. Hegseth mengatakan bahwa pasukan AS akan melancarkan serangan terbesar terhadap Iran sejak dimulainya perang pada 28 Februari. ANTARA/inhua/Li Yuanqing.)

Pantau - Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth meminta tambahan anggaran untuk mendukung perang melawan Iran dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap konflik tersebut.

Permintaan itu disampaikan Hegseth pada Selasa (21/7) ketika anggota parlemen membahas kebutuhan pendanaan operasi militer Amerika Serikat.

Hegseth mengatakan, "Pendanaan tambahan untuk perang dengan Iran mendesak dan diperlukan."

Ia juga mengungkapkan, "Tanpa dana ini, kita menghadapi kekurangan yang kritis."

Biaya Perang Terus Meningkat

Dalam sidang tersebut, Hegseth menyebut biaya perang Amerika Serikat melawan Iran telah mencapai 37,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan estimasi 29 miliar dolar AS pada Mei.

Pidato pembukaannya beberapa kali disela oleh pengunjuk rasa yang membawa papan bertuliskan "No War on Iran" sebagai bentuk penolakan terhadap konflik tersebut.

Permintaan tambahan anggaran muncul ketika anggota Partai Republik mengupayakan persetujuan Kongres atas usulan anggaran pertahanan Presiden Donald Trump sebesar 1,5 triliun dolar AS.

Mayoritas Warga Amerika Menolak Perang

Jajak pendapat Washington Post-Ipsos menunjukkan 68 persen warga Amerika Serikat menilai perang melawan Iran tidak layak diperjuangkan.

Hasil survei tersebut disebut lebih buruk dibandingkan penilaian publik terhadap Perang Irak dan setara dengan tingkat penolakan terhadap perang Afghanistan pada 2013.

Sementara itu, survei Universitas Quinnipiac yang dirilis pada Juni mencatat 45 persen pemilih menilai posisi Amerika Serikat di dunia menjadi lebih lemah akibat perang melawan Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf