HOME  ⁄  Geopolitik

Malaysia Nyatakan Keprihatinan atas Ancaman Penutupan Selat Bab el-Mandeb

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Malaysia Nyatakan Keprihatinan atas Ancaman Penutupan Selat Bab el-Mandeb
Foto: (Sumber :Ilustrasi Selat Hormuz. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu).)

Pantau - Pemerintah Malaysia menyatakan keprihatinan mendalam terhadap ancaman pembatasan maupun penutupan jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb yang dinilai dapat mengganggu perdagangan internasional, keamanan energi, dan stabilitas rantai pasok global.

Malaysia Soroti Pentingnya Jalur Pelayaran Internasional

Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa sehingga setiap gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut akan berdampak pada perekonomian dunia.

"Sebagai negara perdagangan yang vitalitas ekonomi dan kemakmuran nasionalnya sangat bergantung pada perdagangan maritim internasional yang terbuka, aman, dan tanpa hambatan, Malaysia menegaskan kembali bahwa setiap gangguan terhadap titik-titik strategis penting pelayaran global merupakan ancaman langsung yang tidak dapat diterima terhadap stabilitas rantai pasokan internasional, keamanan energi dan pemulihan ekonomi global," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Malaysia juga menyerukan seluruh pihak untuk menjaga kebebasan navigasi dan menjamin keamanan jalur pelayaran komersial internasional.

"Malaysia menyerukan kepada semua pihak terkait untuk menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta menjaga keamanan dan keselamatan jalur laut komersial ... Malaysia mengulangi seruannya kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menahan diri dari tindakan provokatif atau ancaman yang menargetkan transit maritim," lanjut pernyataan tersebut.

Ancaman Houthi Picu Kekhawatiran Baru

Keprihatinan Malaysia muncul setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan larangan maritim terhadap pelayaran Saudi pada Senin (20/7).

Langkah tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan Laut Merah yang merupakan salah satu koridor perdagangan tersibuk di dunia.

Situasi itu juga terjadi ketika aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz masih terganggu akibat serangan Amerika Serikat terhadap Iran, sehingga meningkatkan risiko terhadap kelancaran rantai pasok dan distribusi energi global.

Penulis :
Ahmad Yusuf