
Pantau - Pemerintah menjamin akses pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia melalui jalur formal dan nonformal sebagai bagian dari pemenuhan hak anak pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Ahmad Romadhoni Surya Putra mengatakan pemerintah berkomitmen memenuhi hak dasar pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.
Ia mengatakan, “Secara umum pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memenuhi hak dasar untuk akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Kami juga memastikan akses pendidikan tersebut berkelanjutan sehingga anak-anak Indonesia dapat melanjutkan pendidikan di manapun mereka berada.”
Pendidikan Formal dan Nonformal Terus Diperkuat
Pemerintah Indonesia menyelenggarakan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Kota Kinabalu untuk jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Untuk pendidikan nonformal, pemerintah melalui perwakilan RI di Malaysia mengelola Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang menyediakan program kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C, serta Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Pemerintah juga melakukan penyetaraan pendidikan bagi anak-anak yang belajar di Sanggar Bimbingan (SB), Community Learning Center (CLC), dan Indonesian Community Center (ICC).
Dhoni menjelaskan, “SB dan ICC merupakan solusi alternatif dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak PMI yang tinggal di semenanjung Malaysia, sedangkan CLC solusi alternatif pendidikan nonformal untuk anak-anak PMI di daerah Sabah dan Serawak.”
Menurutnya, layanan pendidikan nonformal tersebut menjadi upaya memenuhi hak pendidikan anak-anak PMI yang belum dapat mengakses sekolah formal maupun SILN.
Tempat belajar tersebut juga menjadi ruang untuk pengembangan pengetahuan dasar, keterampilan, nilai budaya Indonesia, pembinaan karakter, dan dukungan psikososial.
Ribuan Anak PMI Terlayani Program Pendidikan
Hingga April 2026 terdapat 75 Sanggar Bimbingan di Semenanjung Malaysia dengan total 2.215 siswa.
Sementara itu, hingga Mei 2026 terdapat 302 Community Learning Center di Sabah dan Sarawak yang melayani 22.031 siswa.
Jumlah tersebut belum termasuk peserta didik di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), dan PKBM.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Malaysia, anak-anak tersebut didorong untuk melanjutkan pendidikan formal di Indonesia.
Pemerintah juga menyediakan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah Atas (ADEM) dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif bagi anak-anak PMI.
- Penulis :
- Aditya Yohan





