
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan membahas isu kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bersama Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan puncak yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada 24 September 2026.
Trump menyampaikan pembahasan AI menjadi salah satu agenda penting karena Amerika Serikat ingin mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam pengembangan teknologi tersebut.
Ia mengatakan, "Saya selalu mengatakan bahwa tujuan Amerika harus mendominasi masa depan, dan itu termasuk menjadi negara adidaya nomor satu dalam kecerdasan artifisial."
Trump melanjutkan, "Kami memimpin China. Kami ingin mempertahankan posisi itu."
Ia juga mengatakan, "Presiden Xi akan datang pada 24 September, dan kami telah membicarakan hal itu ketika saya berada di Beijing, dan kami akan membahasnya lagi."
Dugaan Pencurian Teknologi AI Jadi Sorotan
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengisyaratkan dugaan pencurian teknologi AI oleh perusahaan China kemungkinan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan kedua pemimpin negara tersebut.
Leavitt mengatakan, "Selalu ada berbagai topik yang dibahas. Saya membayangkan ini akan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi presiden dan pemerintahan ini."
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah pemerintah Amerika Serikat menuduh perusahaan rintisan AI asal China, Moonshot AI, mencuri teknologi dari model AI terbaru milik Anthropic, Claude Fable 5.
Penasihat utama teknologi Gedung Putih Michael Kratsios menyebut pemerintah Amerika Serikat memiliki informasi bahwa Moonshot AI memanfaatkan model Claude Fable 5 untuk melatih model AI terbarunya, Kimi K3, melalui teknik distillation.
Pertemuan Digelar di Tengah Upaya Stabilkan Hubungan
Isu tersebut mencuat ketika hubungan Amerika Serikat dan China mulai menunjukkan tanda-tanda mereda menjelang pertemuan puncak di Gedung Putih.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Manila untuk mempersiapkan kunjungan Xi Jinping.
Pada pertengahan Mei 2026, Trump juga melakukan kunjungan ke Beijing dan mencapai kesepakatan dengan Xi Jinping untuk menstabilkan hubungan kedua negara meski masih terdapat berbagai perbedaan.
Dalam kunjungan tersebut, Trump turut mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada 24 September 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





