
Pantau - Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim menegaskan komitmen negaranya untuk menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan serta berkontribusi terhadap stabilitas, kemakmuran, dan keamanan ASEAN.
Pernyataan tersebut disampaikan Kevin Kim dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat, saat menyoroti kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan partisipasinya dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 di Manila, Filipina, pada 20–24 Juli 2026.
Ia mengatakan, "Amerika Serikat ingin menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan ini dan berkontribusi pada stabilitas, kemakmuran, dan keamanan kawasan ini."
Kim menjelaskan partisipasi Menlu Rubio dalam forum tersebut dinilai berhasil memperkuat visi Amerika Serikat mengenai kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Menurut Kim, keterlibatan Amerika Serikat dalam forum multilateral maupun bilateral menjadi upaya untuk menegaskan kembali komitmen terhadap sentralitas ASEAN sekaligus memperkuat hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara.
Ia mengatakan, "Dan saya pikir pada intinya, semua ini berakar dari fakta bahwa Presiden Trump tahun lalu di Kuala Lumpur menyatakan bahwa Amerika Serikat 100 persen mendukung ASEAN. Itulah kebijakan Amerika Serikat. Itulah pendekatan Amerika Serikat terhadap Asia Tenggara."
Kim meyakini Asia Tenggara akan menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi global pada abad ke-21 karena perkembangan demografi dan ekonomi kawasan yang terus meningkat.
Kim mengatakan Amerika Serikat ingin menghadirkan solusi bersama terhadap berbagai tantangan regional yang dihadapi ASEAN melalui penguatan kerja sama di berbagai bidang.
Amerika Serikat juga berkomitmen menginvestasikan 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp44,9 triliun untuk memperkuat kerja sama keamanan, membangun infrastruktur strategis, memajukan teknologi, meningkatkan keamanan energi, serta memerangi kejahatan transnasional di kawasan.
Selain itu, Amerika Serikat menyatakan akan terus bekerja sama dengan ASEAN dalam pengembangan ekonomi digital, penguatan keamanan energi, serta menjaga prinsip kebebasan navigasi yang dinilai penting bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





