HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Infrastruktur Tangguh untuk Hadapi Bencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Infrastruktur Tangguh untuk Hadapi Bencana
Foto: (Sumber :Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo (ketiga kiri), membahas penguatan kerja sama bidang zeni dengan Asisten Menteri Angkatan Darat AS, Adam M. Telle (tiga kanan) di Departemen Pertahanan AS di Arlington County, Virginia, Amerika Serikat, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-KBRI Washington/aa..)

Pantau - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memperluas kerja sama di bidang zeni untuk memperkuat ketahanan bencana dan pembangunan infrastruktur tangguh melalui pembahasan antara Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo dan Asisten Menteri Angkatan Darat AS Adam M. Telle di Departemen Pertahanan AS, Arlington County, Virginia, Kamis (23/7).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Angkatan Darat AS Daniel Driscoll pada April 2026.

Pembahasan difokuskan pada penguatan kerja sama rekayasa teknik, peningkatan kapasitas penanggulangan bencana, pembangunan infrastruktur tangguh, serta pengembangan kemampuan pemulihan akses masyarakat setelah bencana.

“Dengan menggabungkan pengalaman, teknologi, dan inovasi kedua negara, kita dapat membangun infrastruktur yang lebih tangguh serta memastikan masyarakat memperoleh akses yang lebih cepat terhadap layanan dasar ketika bencana terjadi,” ungkap Indroyono.

Sebagai negara yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire, Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor.

KBRI Washington menyatakan penguatan kerja sama dengan US Army Corps of Engineers (USACE) memiliki nilai strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur tangguh sekaligus mempercepat respons kemanusiaan saat bencana.

Kolaborasi kedua negara selama ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti Pacific Resilience dan Disaster Response Exercise & Exchange (DREE) yang melibatkan TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), USAID, serta sejumlah mitra internasional.

Latihan tersebut mencakup penilaian infrastruktur kritis, operasi pencarian dan penyelamatan, hingga penyempurnaan mekanisme penerimaan bantuan internasional dalam kondisi darurat.

Kedua negara juga menjajaki peluang kerja sama pembangunan jembatan modular, pembukaan jalur darurat, pembangunan tanggul sungai, sistem drainase perkotaan, serta peningkatan kapasitas personel zeni melalui pendidikan dan latihan bersama.

Penulis :
Aditya Yohan