
Pantau - Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setidjowarno, menyatakan kawasan Transit Oriented Development (TOD) berpotensi menjadi pusat ekonomi baru karena mampu mengintegrasikan transportasi, bisnis, dan aktivitas masyarakat dalam satu kawasan bernilai ekonomi tinggi.
TOD Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Efisiensi Mobilitas
Djoko menjelaskan kawasan TOD dirancang sebagai kawasan fungsional yang tidak lagi hanya menjadikan stasiun sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi.
"Dalam skala meso hingga mikro, kawasan TOD dirancang sebagai unit kawasan fungsional yang bernilai ekonomi tinggi. TOD mengubah stasiun yang semula hanya tempat naik-turun penumpang menjadi hub aktivitas ekonomi sentral," ungkap Djoko.
Ia mengungkapkan kawasan TOD dapat memangkas jarak tempuh dan waktu perjalanan sehingga mempermudah interaksi bisnis, tenaga kerja, dan pasar konsumen secara lebih terkonsentrasi.
"Mengandalkan pengembangan properti, ruang komersial, ritel, dan hak sewa (commercial leasing) di sekitar stasiun untuk memperkuat finansial operator dan daerah," katanya.
Djoko menambahkan meningkatnya aksesibilitas di kawasan TOD juga mampu mendongkrak nilai tanah dan properti melalui konsep Land Value Capture (LVC), yang dapat dimanfaatkan pemerintah melalui pajak atau retribusi untuk membiayai pembangunan infrastruktur publik.
AHY Dorong Pengembangan Kawasan Berbasis Transit
Selain meningkatkan nilai ekonomi, Djoko menilai kawasan TOD dapat mengurangi pengeluaran masyarakat untuk bahan bakar dan perawatan kendaraan sehingga anggaran rumah tangga dapat dialihkan ke sektor ekonomi yang lebih produktif.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi berbasis transit sebagai bagian dari pengembangan kawasan TOD Summarecon.
AHY mengatakan pengembangan kawasan tersebut mengintegrasikan transportasi, tata ruang, pusat kegiatan ekonomi, dan ruang hidup masyarakat guna memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Menurut AHY, konsep TOD tidak hanya menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, tetapi juga menciptakan ruang baru bagi aktivitas ekonomi, termasuk mendukung pertumbuhan dunia usaha dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





