
Pantau - Hasil survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya satu dari tiga warga Amerika Serikat yang mendukung kampanye militer terhadap Iran, sementara mayoritas responden menilai Presiden Donald Trump gagal menjelaskan tujuan keterlibatan negaranya dalam konflik tersebut.
Dukungan Publik terhadap Konflik Terus Menurun
Survei yang dirilis pada Senin (27/7) itu mencatat hanya sekitar sepertiga warga Amerika Serikat yang mendukung operasi militer terhadap Iran, menjadi angka terendah sejak tahap awal konflik.
Sebanyak 69 persen responden juga berpendapat Presiden Donald Trump gagal menjelaskan tujuan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan pada 23 hingga 25 Juli terhadap 1.246 responden dewasa di Amerika Serikat dengan margin of error sebesar 3 persen.
Konflik Memanas Setelah Gencatan Senjata Berakhir
Pada 8 Juli, Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada malam sebelum 18 Juni tidak lagi berlaku.
Setelah pernyataan tersebut, militer Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim serangan itu merupakan balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran juga menuding Washington telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



