HOME  ⁄  Geopolitik

Lalu Lintas Kapal di Selat Bab al-Mandab Turun 56 Persen Setelah Embargo Houthi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lalu Lintas Kapal di Selat Bab al-Mandab Turun 56 Persen Setelah Embargo Houthi
Foto: (Sumber :Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square di Sanaa, Yaman, pada (3/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Mohammed Hamoud).)

Pantau - Lalu lintas kapal komersial di Selat Bab al-Mandab dilaporkan turun hingga 56 persen setelah kelompok Houthi mengumumkan penutupan jalur tersebut bagi kapal-kapal Arab Saudi, berdasarkan data perusahaan analisis Kpler yang dikutip surat kabar Uni Emirat Arab, The National.

Jumlah Kapal Menurun Signifikan

Data Kpler menunjukkan hanya sekitar 15 kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab pada Minggu (26/7).

Jumlah tersebut turun 56 persen dibandingkan Senin (20/7), ketika sebanyak 34 kapal masih melintasi jalur pelayaran itu saat Houthi mengumumkan embargo.

Dari 15 kapal tersebut, sembilan kapal berlayar keluar dari Laut Merah, sedangkan enam kapal lainnya memasuki kawasan perairan tersebut.

Kapal-kapal yang melintas diketahui mengangkut berbagai komoditas, termasuk minyak mentah, gandum, dan pupuk.

Embargo Diberlakukan Setelah Ketegangan Meningkat

Sebelumnya, kelompok Houthi menerapkan blokade laut terhadap Arab Saudi sebagai respons atas penguasaan wilayah udara Yaman selama 12 tahun oleh kelompok tersebut.

Houthi juga menuding Arab Saudi melakukan penembakan terhadap Bandara Sanaa ketika sebuah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi sedang mendarat.

Penurunan lalu lintas kapal di Selat Bab al-Mandab menjadi salah satu dampak dari meningkatnya ketegangan di kawasan yang merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan internasional.

Penulis :
Aditya Yohan