HOME  ⁄  Geopolitik

Menko Muhaimin Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Jepang untuk Tingkatkan Daya Saing SDM

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menko Muhaimin Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Jepang untuk Tingkatkan Daya Saing SDM
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Kehakiman Jepang Hiraguchi Hiroshi di Tokyo, Jepang, Selasa (28/7/2026). ANTARA/HO-Kemenko PM.)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kehakiman Jepang Hiraguchi Hiroshi di Tokyo, Jepang, guna memperkuat kerja sama ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Muhaimin mengatakan penguatan kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan membuka akses pekerjaan di luar negeri, tetapi juga membangun tenaga kerja Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing internasional.

Fokus Percepatan Kerja Sama Ketenagakerjaan

Muhaimin mengungkapkan, "Kerja sama ini bukan sekadar membuka akses pekerjaan di luar negeri, tetapi juga membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di tingkat global."

Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas percepatan penyelesaian Memorandum of Cooperation (MoC) Employment Skill Development Program (ESDP) serta perpanjangan MoC Specified Skilled Worker (SSW) sebagai landasan hukum penguatan kerja sama ketenagakerjaan Indonesia dan Jepang.

Indonesia juga mengusulkan agar mekanisme transisi peserta ESDP menuju skema SSW dirumuskan secara lebih jelas dan transparan sehingga memberikan kepastian bagi pekerja Indonesia yang ingin meningkatkan jenjang karier di Jepang.

Muhaimin turut memperkenalkan program SMK Go Global yang disiapkan pemerintah untuk mencetak lulusan SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk Jepang.

Dorong Perlindungan dan Kemudahan bagi Pekerja Migran

Menurut Muhaimin, penguatan kompetensi sejak bangku pendidikan menjadi kunci agar generasi muda Indonesia siap mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara.

Indonesia juga berharap Pemerintah Jepang dapat mempertimbangkan skema fasilitasi biaya visa bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat melalui jalur resmi agar biaya penempatan tetap terjangkau dan semakin banyak masyarakat memilih jalur yang legal, aman, dan terlindungi.

Selain itu, Indonesia mendorong optimalisasi infrastruktur Test Center SSW, terutama di daerah dengan jumlah calon pekerja migran terbesar, sehingga akses terhadap sertifikasi kompetensi semakin luas.

Muhaimin menegaskan Kemenko PM akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kerja sama internasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Yang ingin kita bangun bukan hanya akses bekerja di luar negeri, tetapi sebuah ekosistem pemberdayaan yang menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, terlindungi, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya."

Penulis :
Ahmad Yusuf