
Pantau - Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak disabilitas di SLB Negeri Ende, Nusa Tenggara Timur, melalui kegiatan interaktif untuk menumbuhkan kebiasaan menjaga kesehatan sekaligus mendukung pemulihan pascagempa.
Kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) di SLB Negeri Ende, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, tersebut dikemas melalui praktik mencuci tangan, permainan, bernyanyi, dan aktivitas bersama.
Sebanyak 28 anak disabilitas yang terdiri atas 18 laki-laki dan 10 perempuan mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi enam tenaga pendidik.
Kepala SLB Negeri Ende Yulita Delima Dhambo mengatakan sebagian anak membutuhkan pendampingan khusus untuk memahami dan membiasakan perilaku hidup bersih dalam keseharian.
“Setelah melihat layanan ini, memang anak-anak membutuhkan pendampingan secara khusus, misalnya dalam menjaga kebersihan. Yang mereka tahu biasanya hanya makan, minum maupun belajar. Dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu anak-anak belajar menjaga kesehatan,” ujar Yulita.
PMI Perkuat Pendampingan Pascagempa
Selain belajar di sekolah, sebagian anak menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan Yayasan Karya Dharma Panti Ji’e Pama Pawe sehingga keterampilan menjaga kebersihan diri menjadi bagian penting dalam pendampingan mereka.
Yulita menjelaskan aktivitas anak-anak di panti setelah gempa lebih banyak diarahkan pada keterampilan serta kegiatan seperti menari dan bernyanyi untuk membantu mengurangi rasa trauma.
“Di panti pascagempa, pembelajaran lebih banyak ke keterampilan. Anak-anak lebih banyak menari dan menyanyi untuk menghilangkan rasa trauma. Apa yang dilakukan PMI di sini juga sejalan dengan yang kami lakukan,” katanya.
Relawan PMI Kabupaten Ende Ketty Mukin mengatakan kegiatan promosi kesehatan sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah lokasi pengungsian dan tempat lainnya.
“Kita sudah melakukan kegiatan promosi kesehatan di pengungsian dan di tempat-tempat lainnya. Saat ini kita fokus kepada kelompok rentan, khususnya adik-adik disabilitas,” ujar Ketty.
Anak Disabilitas Belajar Mencuci Tangan
Yani, siswi kelas 3 SMA di SLB Negeri Ende yang telah tinggal di lingkungan panti sejak kelas 3 SD, mengaku senang mengikuti kegiatan bersama relawan PMI.
“Senang ada PMI di sini karena bisa belajar cara mencuci tangan. Saya juga senang bisa bermain dan menyanyi bersama kakak-kakak PMI dan teman-teman yang lainnya,” kata Yani.
Selain Promkes, PMI memberikan Psychosocial Support (PSS) melalui permainan dan aktivitas bersama agar anak-anak dapat berinteraksi, mengekspresikan diri, serta mendapatkan suasana menyenangkan di tengah proses pemulihan pascagempa.
PMI berharap kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri dapat terus diperkuat melalui pendampingan sehari-hari bagi anak-anak disabilitas.
- Penulis :
- Gerry Eka




