
Pantau - Kementerian Luar Negeri China memprotes keputusan Amerika Serikat yang melarang impor robot humanoid, robot berkaki empat, dan alat pengubah daya (inverter) dengan alasan keamanan nasional, serta menilai kebijakan tersebut merugikan perusahaan dan konsumen AS.
China Nilai Kebijakan AS Bersifat Proteksionis
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan pemerintah China menolak langkah Amerika Serikat yang dinilai melampaui batas konsep keamanan nasional.
Ia mengungkapkan, "China dengan tegas menentang AS yang melampaui batas konsep keamanan nasional dan menargetkan perusahaan-perusahaan China. Proteksionisme tidak membuat AS lebih kompetitif dan hanya akan merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen AS."
Mao menegaskan pemerintah China akan terus melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan asal negaranya.
Ia mengatakan, "Kami akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk dengan tegas membela hak dan kepentingan yang sah dan sesuai hukum dari perusahaan-perusahaan China."
Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission atau FCC) pada Selasa (28/7) memasukkan perangkat robotik canggih berupa robot humanoid, robot berkaki empat, dan inverter produksi luar negeri ke dalam Daftar Perangkat yang Dibatasi.
Menurut FCC, perangkat tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional, keamanan siber, serta kerentanan rantai pasok yang dapat memengaruhi infrastruktur penting di Amerika Serikat.
Aturan Berlaku untuk Produk Baru
FCC memberikan pengecualian bagi perangkat yang telah memperoleh Persetujuan Bersyarat dari Departemen Perang AS atau, khusus inverter, dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS setelah dinyatakan tidak menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima.
Kebijakan tersebut juga tidak berlaku surut sehingga perangkat yang telah memperoleh otorisasi sebelum pengumuman tetap dapat digunakan, diimpor, dipasarkan, dan dijual di Amerika Serikat.
China merupakan salah satu produsen utama robot humanoid dan inverter di dunia, termasuk melalui perusahaan Unitree, Sungrow Power Supply, dan Huawei yang selama ini menjadi pemain penting di pasar global.
- Penulis :
- Aditya Yohan



